Berita

ilustrasi/net

Bukan Gempa yang Tewaskan Ribuan Orang Nepal

SELASA, 28 APRIL 2015 | 03:49 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Jumlah korban akibat gempa bumi berkekuatan 7,8 Skala Richter yang melanda Nepal diperkirakan terus bertambah.

Tiga hari pasca kejadian, Divisi Penanganan Bencana Nasional Kementerian Dalam Negeri Nepal mencatat korban tewas mencapai 3.218 dan lebih dari 6.500 warga terluka.

Mengapa gempa yang terjadi pada Sabtu (25/4) lalu itu menelan banyak korban jiwa?


"Sebenarnya yang membunuh ribuan orang itu bukan gempa buminya, namun karena bangunan di daerah itu. Disana bangunan berdiri dengan rapatnya," kata Seismolog James Jackson seperti dilansir Nepal11Radio.

Dikatakannya, getaran gempa akan terasa semakin besar efeknya karena kontruksi dan populasi bangunan di daerah tersebut.

Gempa dahsyat di Kathmandu sebenarnya telah dikawatirkan sejak lama oleh para ilmuwan gempa dunia. Mereka khawatir karena kondisi lokal yang tidak memperhatikan kontur tanah dalam membangun rumah.

Bahkan, dikatakan Jackson, seminggu sebelum gempa 7,9 SR terjadi, ada 50 pakar gempa bumi dan ilmuan sosial dari seluruh dunia datang ke Kathmandu untuk membicarakan bagaimana cara mengurangi dampak dari gempa yang sewaktu-waktu akan mengguncang daerah tersebut.

Mereka membahas hal itu karena tahu daerah tersebut memiliki potensi untuk terjadi gempa yang dahsyat seperti yang pernah terjadi pada tahun 1934 di daerah yang sama, namun tidak mengetahui kapan waktu pastinya bencana ini akan terjadi.

"Aku sedang berjalan melalui daerah di mana gempa itu dan saya pikir pada saat itu daerah itu menuju masalah yang sangat besar. Itu semacam mimpi buruk yang menunggu untuk terjadi," kata Jackson yang menjabat Kepala Departemen Ilmu Bumi University of Cambridge ini.[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Penumpang Kereta Bandara Tembus 6,2 Juta Pelanggan Hingga Mei 2026

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:20

Fantastis! Harta Menteri dari PAN Trenggono Melejit Setengah Triliun dalam Setahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:15

Prabowo Dorong WNI Masuk Pasar Kerja Teknologi Jerman

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:11

Warna-warni Kendaraan Hias Meriahkan Perayaan 1 Muharam

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:10

Oktasari: Kritik Boleh, Tapi Jangan Abaikan Kerja Pemerintah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:46

Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Belum Lapor LHKPN 2025, Mendes Yandri Punya Harta Rp20,95 Miliar Saat Awal Menjabat

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Israel Masih Tak Terima Rencana Damai Iran-AS

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:12

Kekayaan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Naik 83 Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:52

Universitas Binawan Buka Akses Penyetaraan Kualifikasi Nakes Indonesia di Uni Eropa

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:44

Selengkapnya