Berita

jumhur hidayat/net

Politik

Jumhur: Seperti Kebanyakan TKI, Mary Jane Hanya Korban Sindikat Narkoba

MINGGU, 26 APRIL 2015 | 02:21 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Mantan Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat merasa terpanggil untuk bersurat kepada Presiden Jokowi perihal kasus hukuman mati buruh migran asal Filipina, Mary Jane. Menurutnya, Mary Jane hanya korban perdagangan orang yang dimanfaatkan sindikat narkoba.

"Saya merasa terpanggil untuk bersurat kepada Bapak (Presiden), karena menurut berita yang berkembang dia adalah korban perdagangan orang yang dimanfaatkan sindikat narkoba," ujarnya dalam surat terbuka kepada Presiden Jokowi yang diterima redaksi (Minggu, 26/4).

Kordinator Aliansi Rakyat Merdeka (ARM) itu teringat bahwa ada puluhan TKI yang sebagian di antaranya juga korban perdagangan orang. Keluguan para TKI, lanjutnya, menjadi bagian yang dimanfaatkan sindikat narkoba internasional. Salah satu modusnya, sindikat ini meminta TKI membawa tas yang ternyata berisi narkoba. Hal sepele itu kemudian memuat mereka terancam hukuman mati di berbagai negara.


"Sama halnya dengan para TKI yang wajib kita bela. Saya mengetuk pintu hati Bapak untuk bisa menggunakan kekuasaan Bapak membebaskan Mary Jane dari hukuman mati yang fatal ini," sambungnya.

Lebih lanjut, pendukung Jokowi dalam pilpres lalu ini meminta sang presiden berkenan memeriksa ulang beberapa terpidana mati lainnya yang diberitakan mengalami ketidakadilan nyata dalam proses hukumnya.

"Saya yakin bila Bapak mengabulkan permohonan ini, yang juga disuarakan oleh banyak pihak, maka sama sekali tidak akan mengurangi wibawa Bapak. Bahkan sebaliknya akan mendapat dukungan karena Bapak dinilai sebagai sosok yang tegas, arif dan bijaksana," tandasnya.[ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya