Berita

hanafi rais/net

Politik

Kerjasama Selatan-Selatan Harus Saling Menyejahterakan

SABTU, 25 APRIL 2015 | 03:14 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Konferensi Asia Afrika (KAA) sejatinya merupakan "anak kembar" yang lahir pada 1955. Namun sayang, dalam perkembangan dewasa ini negara-negara di kedua benua itu berbeda nasib.

Begitu kata Wakil Ketua Umum DPP PAN Hanafi Rais saat ditemui di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Jumat, 24/4). Dijelaskan Hanafi, di saat Asia telah dianggap mampu memasuki era kebangkitan pasca dominasi Amerika dan Uni Eropa, di sebagian Afrika masih harus bertarung melawan kelaparan, kemiskinan, terorisme, dan musuh-musuh sosial lainnya.

"Untuk itu, Kerjasama Selatan-Selatan dalam kerangka New Asian African Strategic Partnership (NAASP) harus bisa merekonstruksi masa depan bersama bahwa hubungan ekonomi, bisnis, dan kesejahteraan kedua kawasan ini bersifat saling menguntungkan dan saling menyejahterakan dengan cara Asia-Afrika (Asian-African Way)," ujarnya.  


Pemerintah- pemerintah di Asia dan Afrika harus banyak melibatkan peran komunitas, swasta dan aktor non-negara lainnya. Pasalnya, pendekatan "non-negara" dalam kerjasama antar negara dinilai lebih tepat mengingat kultur "non-negara" di Asia dan Afrika yang melembaga.

"Tiongkok buktinya. Pemerintahnya berhasil memfasilitasi peran para aktor non-negara dalam investasi, bisnis dan ekonomi di Afrika dan keduanya tumbuh saling menguntungkan dan positif," sambung wakil ketua Komisi I DPR RI itu.

Selain itu, lanjutnya, Asia Afrika perlu serius membentuk kerjasama keamanan. Dalam menuju komunitas keamanan ini bisa dimulai dari kerjasama antar intelijen, sharing informasi keamanan, joint military training.

"Terutama untuk menangkal ancaman keamanan yang melanda kedua kawasan," tandasnya.[ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya