Berita

miryam s haryani/net

Politik

Komisi V Desak Korp TNI Usut Tuntas Teror Bom Lion Air

SABTU, 25 APRIL 2015 | 00:50 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Negara ini seperti sudah tidak punya wibawa sama sekali, bahkan dimata aparat keamanannya sendiri, yang seyogyanya menjadi garda depan penjaga martabat dan marwah bangsa.

Begitu kata anggota Komisi V DPR RI Miryam S. Haryani menanggapi aksi oknum TNI AL yang melakukan "teror" terhadap petugas Bandara Soekarno-Hatta dan seluruh penumpang pesawat Lion Air JT 250 rute Jakarta-Padang dengan mengaku bahwa dia sedang membawa bom.

"Perbuatan ini sungguh sangat tidak patut ditunjukkan oleh oknum TNI yang seharusnya ikut menjaga hadirnya rasa aman di dalam masyarakat, akan tetapi malah justru menimbulkan kekhawatiran dan rasa cemas. Tindakan yang kekanak-kanakan menyebabkan agenda banyak orang menjadi kacau balau," ujar Ketua DPP Partai Hanura dalam keterangan yang diterima Kantor Berita Politik RMOL (Jumat, 24/4).


Miryam mendesak Korps TNI, khususnya Angkatan Laut, untuk mengusut tuntas perilaku indisipliner anggotanya ini. Pasalnya, jika ini dibiarkan maka tentu akan menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum dan disiplin di Indonesia.

"Dan apabila "teror terbuka" ini tidak di proses secara hukum, tentu kita malu jika sampai memproses teror sms bom yang terjadi beberapa hari sebelumnya. Pasalnya, akan timbul pertanyaan kenapa teror terbuka yang sudah jelas siapa pelakunya tidak berani memproses, sedangkan teror via sms langsung sigap ditanggapi aparat kepolisian. Apakah karena pelaku yang sekarang adalah seorang oknum aparat TNI, sehingga prosesnya lama?" sambung ketua umum Srikandi Hanura itu.

Lebih lanjut, Miryam juga meminta pihak keamanan bandara untuk berani lebih tegas terhadap setiap oknum yang berusaha menganggu kelancaran dan keamanan penerbangan setiap maskapai. Petugas bandara diminta tidak takut terhadap pangkat dan jabatan seseorang jika memang orang tersebut bersalah.

Kejadian yang berulang-ulang ini, lanjutnya, juga menjadi peringatan keras bagi Kemenhub untuk segera merevitalisasi persoalan keamanan transportasi, baik darat, udara maupun laut. Jika peristiwa teror yang terjadi terus menerus ini dibiarkan, maka tidak menutup kemungkinan akan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab lainnya yang memanfaatkan kelengahan Kemenhub ini.

"Kalau memang Menteri Perhubungan tidak sanggup mengatasi kejadian seperti ini, lebih baik mengajukan pengunduran diri saja kepada presiden. Langkah ini jauh lebih ksatria daripada menunggu direshuffle," tandas Bendahara Fraksi Partai Hanura itu. [ian]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya