Berita

Politik

Pimpinan DPR Gelar Gladi Resik Konferensi Parlemen Asia Afrika

RABU, 22 APRIL 2015 | 18:50 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Rombongan pimpinan DPR meninjau persiapan yang dilakukan untuk penyelenggaraan Konfrensi Parlemen Asia-Afrika di gedung DPR, Senayan, Jakarta. Rombongan yang terdiri dari Ketua DPR RI Setya Novanto, Wakil Ketua Fadli Zon dan Fahri Hamzah menyusuri setiap sudut tempat konferensi dihelat.

Balutan karpet merah membentang sepanjang jalan menuju tempat 33 perwakilan negara yang tergabung dalam Konfrensi Asia-Afrika menjadi penghias gedung kura kura. Beberapa panitia dan anggota dewan nampak sibuk dalam rangkaian gladi bersih tersebut.

Sejumlah panitia yang ditunjuk sebagai peraga tamu penting berjalan masuk ke gedung. Mereka memperagakan kedatangan Presiden Joko Widodo dan pimpinan DPR.


Selain itu, sebuah video berdurasi lima menit diputar. Video ini berisi tentang awal pendirian KAA yang banyak melahirkan perubahan di banyak negara.

Ketua DPR RI Setya Novanto mengatakan bahwa fokus dari pertemuan itu adalah memperkuat kerja sama bilateral dan infrastruktur maritim.

"Dan kita terus perkuat masing-masing parlemen supaya kerja sama, lembaga negara yang ada bisa berjalan baik. Ini pertama kali yang akan kita laksanakan setiap tahun," tegasnya dalam acara tersebut (Rabu, 22/4).

Acara yang berjudul Konferensi Parlemen Asia-Afrika atau Asia-Africa Parliamentary Conference to Commemorate The 60th Asian African Confrence itu akan diisi materi utama oleh Jokowi dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Politikus Partai Golkar itu melanjutkan, acara tersebut dihelat dalam rangka menjalankan amanat UU MD3 pasal 69 (2) tentang fungsi DPR, guna mendukung upaya pemerintah dalam melaksakan politik luar negeri.

"Melalui konferensi ini, DPR RI percaya bahwa keterlibatan Asia dan Afrika secara komprehensif perlu dilakukan dengan membuka jalan bagi keterlibatan antarparlemen, terutama untuk mempertajam kerangka kerja sama," tegas pria yang biasa Setnov itu.[wid]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya