Berita

Tantowi Yahya/net

Wawancara

WAWANCARA

Tantowi Yahya: Pendukung Aburizal Bakrie Juga Dirotasi, Ini Dilakukan Merata

SENIN, 20 APRIL 2015 | 09:24 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

RMOL. Kubu Aburizal Bakrie (Ical) kembali melakukan rotasi sejumlah anggota Fraksi Partai Golkar DPR. Mereka yang digeser adalah politisi partai beringin yang berada di kubu Agung Laksono.

Mereka di antaranya, Zainuddin Amali, Yayat Biato, dan Adie Kadir yang dirotasi min­ggu lalu. Kemudian dalam su­rat rotasi terbaru, yang digeser adalah Fayakhun Andriadi, Meutya Viada Hafid, Dave Laksono, dan Bowo Sidik Pangarso.

Rotasi itu dinilai telah melang­gar putusan sela Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).


Ketua DPP Golkar hasil Munas Ancol Bowo Sidik Pangarso mengatakan, Ical telah mem­buat kegaduhan dengan meng­geser sejumlah politikus partai beringin yang berada di kubu Agung Laksono. Padahal, ber­dasar putusan sela, segala hal yang berkaitan dengan fraksi di DPR, termasuk rotasi, tidak diperbolehkan.

Menanggapi hal itu, Juru Bicara Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie Tantowi Yahya angkat bicara. Tantowi meru­pakan, pendukung Aburizal Bakrie hasi Munas Bali. Berikut wawancara Rakyat Merdeka den­gan Tantowi Yahya:

Kenapa sejumlah anggota Fraksi Golkar yang masuk dalam kubu Agung dirotasi?
Rotasi itu kegiatan biasa, apalagi ketika mulai masa sidang. Alasan rotasi itu penye­garan penguatan komisi-komisi tertentu. Setiap anggota fraksi harus siap dan mau ditempatkan di manapun.

Dave Laksono yang dirotasi dari Komisi I ke Komisi VIII, tetap bertahan di komisi semula karena menilai kebijakan yang diambil Ketua FPG Ade Komarudin tidak sah?
Rumah rakyat yang namanya DPR kan ada pengurus yaitu Kesekjenan. Di mana dia bekerja sesuai aturan. Jadi kita gak bisa melanggar. Karena ini kan rumah di sini. Tentu sebagai politisi yang baik kita harus tunjukkan sikap politik yang santun.

Tapi kubu Agung tetap tidak mau?
Sikap loyalis Agung Laksono yang mengajukan protes karena dirotasi dari komisi di DPR, menu­rut saya sikap tersebut menandakan mereka tidak siap menjadi anggota DPR yang bersedia ditempatkan di komisi mana saja.

Apa rotasi ini dilakukan akibat dari dualisme di Partai Golkar?
Nggak, ini rotasi rutin da­lam rangka menyegarkan visi misi Faksi Golkar. Pendukung Aburizal juga ada beberapa yang pindah.

Apa penyegaran ini dilaku­kan secara merata?
Ya, itu dilakukan secara mer­ata. Pendukung Aburizal Bakrie juga ada yang dipindah. Sekali lagi itu asasnya penyegaran dan komisi komisi tertentu.

Bagaimana kalau ada yang bertahan di komisi yang la­ma?

Yang namanya DPR ini kan ada pengurusnya, yakni Kesekjenan yang bekerja dengan aturan dan mekanisme yang ada. Kita tidak bisa melanggar karena ini bukan rumah kita.

Tentu kita sebagai politisi yang baik, apalagi dari anggota partai politik terbesar tertua, ya kita harus menunjukkan sikap politik yang baik dan santun.

Mari menghormati setiapkeputusan-keputusan yang sudah diatur dengan baik oleh fraksi maupun yang Rotas sudah diatur oleh Kesekjenan sebagaimana pengatur dan penyelenggra dari institusi ini. ***

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Jasa Kiai Kampung

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:26

Waketum MUI Usul Gaji Guru Pesantren di Atas UMR

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:16

Jangan Takut Kritik Pemerintah

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:04

Saham BYAN Mencuat, IAW Ingatkan soal Pengawasan Regulator

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:20

Melawan Amplop di Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:08

Program Streamlining Danantara Tak Boleh Identik dengan PHK

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:38

Investor Diajak Terlibat 37 Proyek Investasi Strategis di Jakarta

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:17

Budi Arie Tolak Cabut Analisis Pemilu sebelum 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:02

Jangan Berhenti pada Janji 15 Desember

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:35

Pajak Diduga Bocor Rp5 Triliun, Purbaya Kantongi 40 Nama Perusahaan Baja

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:21

Selengkapnya