Berita

foto:dok

Pertahanan

Batik Air Mendarat Darurat di Makassar, Inilah Kronologinya

JUMAT, 17 APRIL 2015 | 09:40 WIB | LAPORAN:

Pesawat Batik Air tujuan penerbangan Ambon-Jakarta dikabarkan mendarat darurat di bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, sekitar pukul 7.20 WIT tadi (Jumat, 17/4).

Informasi yang diterima redaksi, kronologi kejadian berawal pada saat pesawat yang diterbangkan Kapten pilot Luther Latumahina itu take off pukul 06.49 WIT. Namun 10 menit kemudian setelah take off, LO dan chip reservasi Batik Air menerima pesan singkat/short message service (SMS) dari nomor ponsel '085211686682' yang berbunyi "Ada bom siap meledak di batik air tgl 17 pagi Ambon - Jakarta".

SMS bernada teror itu lantas diteruskan oleh pihak Batik Air ke sekuriti Lion Air atas nama Andrew yang selanjutnya melaporkan kepada sekuriti bandara dan Angkatan Udara.


Mendapat berita tersebut, Kapten Pilot Luther memutuskan untuk block on di Makassar. Pada pukul 7.30 WIT, 122 penumpang plus enam orang kru pesawat dan ekstra kru tiga orang berhasil dievakuasi ke ruang tunggu bandara Hasanuddin dengan pengawalan sekuriti Angkasa Pura.  
 
Sementara menunggu, pukul 8.30 WIT, pasukan gegana Polda Sulselbar tiba untuk melakukan pengecekan pada pesawat nomor penerbangan  PK-LAG ID- 6171, tersebut. Hingga berita ini diturunkan belum diperoleh keterangan resmi dari pihak berwenang.[wid]
 

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya