Berita

ilustrasi/net

Bisnis

Pasar Tunggu Kepastian Transaksi Share Swap Telkom-TBIG

KAMIS, 16 APRIL 2015 | 19:49 WIB | LAPORAN:

. Investor di pasar saham tengah menanti kepastian transaksi tukar guling saham (share swap) antara PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) dengan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) dalam rangka monetisasi anak usaha operator itu yang bergerak di bisnis penyediaan menara, PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel).

"Salah satu yang ditunggu investor dari Telkom adalah tuntasnya aksi korporasi yang melibatkan Tower Bersama. Jika ada kepastian tentang transaksi itu, bisa menjadi katalis bagi saham Telkom ke depan," ungkap Analis NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (16/4).

Diharapkannya, manajemen Telkom bisa memberikan paparan kepada investor kala Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dilaksanakan pada Jumat (17/4), besok.


"Pasar tidak hanya menunggu transaksi itu dijalankan, tetapi bagaimana nanti setelah transaksi berjalan. Karena langkah selanjutnya adalah monetisasi menara milik Telkomsel yang juga bisa menjadi strategi pertumbuhan bagi Telkom," pungkasnya.

Telkom sebelumnya sudah melakukan Conditional Sales Purchase Agreement (CSPA) dengan Tower Bersama pada tahun lalu terkait monetisasi Mitratel. Dalam perjanjian kerjasama itu Telkom dan  Tower Bersama akan menukar 100% sahamnya di Mitratel dengan 13,7% saham dari Tower Bersama yang berasal dari penerbitan saham baru. Kesepakatan ini akan dilaksanakan dalam dua tahap. Pada tahap pertama, Telkom akan menukarkan 49%  kepemilikannya di Mitratel dengan 290 juta lembar saham baru dari TBIG.

Setelah menyelesaikan pertukaran saham tahap awal, Tower Bersama akan memegang kendali manajemen dan mengkonsolidasikan Mitratel dalam laporan keuangan Perseroan. Tahap kedua, Telkom memiliki opsi untuk menukarkan 51% sisa kepemilikan Telkom di Mitratel dalam jangka waktu dua tahun dengan tambahan 472,5 juta saham baru TBIG. Selain kepemilikan saham di TBIG, Telkom akan menerima tambahan pembayaran kas sampai maksimum sebesar Rp 1,739 triliun apabila Mitratel dapat mencapai target pencapaian tertentu yang telah disetujui.

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUSPLB) yang dilakukan Tower Bersama pada Februari lalu  telah menyetujui right issue tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) tahap pertama sebesar 10% sebagai prasyarat tukar guling saham Mitratel.

Dalam kajian yang dilakukan sejumlah analis kala CSPA diumumkan Telkom pada Oktober 2014, strategi menggandeng Tower Bersama untuk monetisasi Mitratel adalah langkah yang tepat karena jika emiten Halo-halo ini mengandalkan pertumbuhan organic tak memberikan nilai tambah. Sementara jika monetisasi dengan melepas saham ke pasar, diperkirakan tak memberikan valuasi premium bagi Telkom.

Langkah backdoor listing dengan Tower Bersama dianggap tepat karena nilainya empat kali Booked Value mengingat dilepas dengan harga premium dan bisa mengurangi beban utang. Ketika CSPA ditandatangani pasar langsung menyambut positif. Harga saham TLKM memasuki tren peningkatan, bahkan sempat terkerek naik hingga 30% dalam satu kwartal. Sejalan dengan itu kapitalisasi pasar Telkom melonjak hingga Rp330 triliun. Namun seiring dengan ketidakpastian penyelesaian transaksi tersebut, sentimen pasar kembali merosot tercermin dari harga saham yang telah turun di bawah Rp2.800 per lembar. [sam]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Legislator Nasdem: Bukan Hal Sulit bagi Polri Kejar Spam Judol

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:57

Aksi Dramatis Anggota TNI Selamatkan Balita dari Cengkeraman Paman Sakau

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:45

Sempat Lolos OTT KPK, Bos PT MSA Fika Nur Alawi Resmi Pakai Rompi Oranye

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35

Lagu ‘Mas Bahlil Ganteng’ Berdampak Positif terhadap Citra Golkar

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:10

Cak Imin Pastikan Sekolah Rakyat Sukoharjo Siap Sambut Tahun Ajaran Baru

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:07

Telkom Akses Perkuat Kompetensi SDM Digital di Daerah 3T

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:48

Aliansi Kontraktor Geruduk Sudin PRKP Jakut Gegara Dugaan Monopoli Proyek

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:41

Peresmian Kantor UN Tourism Kukuhkan Spanyol di Garda Terdepan Multilateralisme

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:30

Kejagung Endus Dugaan Keterlibatan Kolonel TNI Aktif dalam Korupsi MBG

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:25

Baru Tiga Bulan Menjabat, Dirut Pos Indonesia Mundur

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:21

Selengkapnya