Berita

ilustrasi/net

Bisnis

Terganjal Lahan, Proyek Jalur Kereta Api Tanjung Priok Mandek

KAMIS, 16 APRIL 2015 | 08:31 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

PT Kereta Api Indonesia (per­seroan) terus berkoordinasi dengan PT Pelabuhan Indone­sia (Pelindo) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Peru­mahan Rakyat (PUPR), guna pembebasan lahan jalur rel kereta api pengangkutan barang ke Pelabuhan Tanjung Priok.

Sebab, sampai saat ini proyek pengerjaan jalur kereta pengangkut barang ke pelabu­han priok masih molor dan belum beroperasi.

"Proyek jalur kereta Priok masih diurus. Kendalanya, masih harus ada penyelesaian tanah dengan Pelindo, dan ada sebagian yang miliki Kemen­terian PUPR," ujar Direktur Utama KAI Edi Sukmoro di Jakarta, kemarin.


Untuk mempercepat proses pembebasan lahan, KAI sudah mengirimkan surat kepada Kementerian PUPR agar peru­sahaan pelat merah itu dimu­luskan dalam menggunakan lahan tersebut.

Jika sudah mendapat restu dari Kemenretian PUPR dan Pelindo, Edi menjamin jalur kereta api menuju Tanjung Priok bakal segera beroperasi pada tahun ini.

Kehadiran jalur tersebut, juga diklaimnya bisa menga­tasi masalah kemacetan yang selama ini kerap menghantui jalur menuju Pelabuhan Tanjung Priok. Kemacetan ini terjadi kar­ena banyaknya truk pengangkut barang berlalu lalang.

"Kalau masalah tanah ini selesai, pembenahan jalur Tanjung Priok juga cepat dan bisa beroperasi. Dengan begitu jalan raya yang melingkari Tanjung Priok akan berkurang macetnya, kerusakan jalan juga akan berkurang," ujar Edi.

Kepala Satuan Kerja Pelak­sanaan Jalan Bebas Hambatan Akses Tol Tanjung Priok (ATP) Ditjen Bina Marga Kemente­rian PUPR Bambang Nurhadi mengatakan, pembangunan jalur kereta tersebut, nantinya akan menghubungkan Stasiun Kereta Api Logistik (Kalog) Pasoso dengan lahan milik Ja­karta International Container Terminal (JICT).

"Sementara lahan milik Ke­menterin PUPR dengan luas kurang lebih 20.000 meter persegi yang sudah dibebaskan sejak 2013 akan menjadi bagian dari lahan yang digunakan KAI untuk menghubungkan Stasiun Pasoso ke JICT. Rencananya akan dibangun sepanjang 400 meter dengan lokasi jalan ter­dekat. Meski sama-sama pelat merah, KAI harus tetap berk­oordinasi dengan Kementerian PUPR selaku pemilik lahan," tegasnya. ***

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Legislator Nasdem: Bukan Hal Sulit bagi Polri Kejar Spam Judol

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:57

Aksi Dramatis Anggota TNI Selamatkan Balita dari Cengkeraman Paman Sakau

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:45

Sempat Lolos OTT KPK, Bos PT MSA Fika Nur Alawi Resmi Pakai Rompi Oranye

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35

Lagu ‘Mas Bahlil Ganteng’ Berdampak Positif terhadap Citra Golkar

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:10

Cak Imin Pastikan Sekolah Rakyat Sukoharjo Siap Sambut Tahun Ajaran Baru

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:07

Telkom Akses Perkuat Kompetensi SDM Digital di Daerah 3T

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:48

Aliansi Kontraktor Geruduk Sudin PRKP Jakut Gegara Dugaan Monopoli Proyek

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:41

Peresmian Kantor UN Tourism Kukuhkan Spanyol di Garda Terdepan Multilateralisme

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:30

Kejagung Endus Dugaan Keterlibatan Kolonel TNI Aktif dalam Korupsi MBG

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:25

Baru Tiga Bulan Menjabat, Dirut Pos Indonesia Mundur

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:21

Selengkapnya