Berita

Pertahanan

Polri Siapkan Rekayasa Lalu Lintas untuk Kelancaran KTT Asia-Afrika

RABU, 15 APRIL 2015 | 11:45 WIB | LAPORAN:

Demi kelancaran aktivitas para kepala negara mengikuti acara Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika, kepolisian RI telah menyiapkan skenario rekayasa lalu lintas baik di Jakarta maupun Bandung.  

"Tentu di Jakarta akan banyak pengaturan lalu lintas, seperti buka tutup jalan, dan mungkin juga ada pengalihan," ujar Wakapolri, Komjen Pol Badrodin Haiti yang ditemui seusai Apel Gelar Pasukan Satuan Tugas Pengamanan KTT Asia-Afrika di Silang Monas, Jakarta Pusat, Rabu (15/4).

Sementara untuk wilayah Bandung, jelas Badrodin, pihaknya telah berkoordinasi dengan Walikota Bandung Ridwan Kamil. Aktivitas kantor dan sekolah di kota kembang itu akan diliburkan selama perhelatan berlangsung.


"Di Bandung ada pengalalihan-pengalihan dan pemerintah daerah (Pemda) telah meliburkan aktivitas kantor dan sekolah, untuk mencairkan dan kelancaran lalu lintas," bebernya.

Kendati demikian, rekayasa lalu lintas ini dilakukan melihat situasi dan kondisi. Salah satu contoh, jika waktu kedatangan kepala negara saat tengah malam, maka tidak perlu melakukan penutupan dan pengalihan arus lalu lintas.

Calon Kapolri ini juga meminta maaf jika nantinya pengguna jalan merasa terganggu karena rekayasa lalu lintas. Namun yang pasti baik TNI dan Polri akan total dalam mengawal hajat besar tersebut.

"Itu akan dinamis. Kita lihat waktu dan momennya. Kalau waktu kedatangan seorang kepala negara saat tengah malam, saya rasa tidak perlu melakukan penutupan jalan," pungkasnya.[wid]


Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya