Berita

ilustrasi/net

Dunia

2 Ribu Wanita dan Anak Perempuan Diculik Boko Haram Sejak 2014

SELASA, 14 APRIL 2015 | 08:13 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kelompok militan Boko Haram telah menculik setidaknya 2 ribu wanita dan anak perempuan di Nigeria sejak awal tahun lalu. Hal itu meningkatkan kekhawatiran bahwa ribuan wanita dan anak yang diculik itu telah dipaksa melakukan pertempuran atau perbudakan seksual.

Begitu bunyi laporan terbaru Amnesty International seperti dimuat Channel News Asia pada Selasa (14/4).

Laporan itu disusun berdasarkan hasil penelitian dan wawancara terhadap hampir 200 orang, termasuk 28 wanita dan anak perempuan yang berhasil melarikan diri dari penculikan mereka.


Salah seorang narasumber Amenesty, Aisha menjelaskan bahwa ia diculik oleh Boko Haram dari sebuah acara pernikahan temannya September tahun lalu, bersama dengan pengantin perempuan dan saudara perempuannya.

Ia mengaku berkali-kali diperkosa secara berkelompok dan dilatih untuk bertempur serta dipaksa ikut ambil bagian dalam serangan di kampung halamannya. Dengan mata kepalanya sendiri ia melihat pembunuhan saudara perempuan dan sekitar 50 orang lainnya.

Penculikan wanita dan anak perempuan itu hanyalah salah satu bentuk tindak kejahatan yang dilakukan oleh Boko Haram di samping kejahatan kemanusiaan lainnya di Nigeria.

"Laki-laki dan wanita, Kristiani dan Muslim, telah dibunuh, diculik, dan menjadi korab kebrutalan Boko Haram selama teror di sejumlah wilayah," kata Sekretaris Jenderal Amnesty International, Salil Shetty.

Lebih dari 3.5 juta orang di Nigeria, Kamerun, dan Chad telah dipengaruhi oleh ulah Boko Haram. Termasuk di antaranya 800 ribu anak-anak yang terpaksa melarikan diri dari rumah mereka dan mengungsi. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Jutaan Orang Tak Sadar Terkena Diabetes

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:17

Kejati Sumut Lepaskan Tersangka Penadahan Laptop

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:00

Sektor Energi Indonesia Siap Menggebrak Melalui Biodisel 50 Persen dan PLTN

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:35

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

Pasal Pembuka, Pasal Pengunci

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:21

Eggi Sudjana Perburuk Citra Aktivis Islam

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:19

Pratikno dan Jokowi Harus Dihadirkan di Sidang Sengketa Ijazah KIP

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:03

Dugaan Pengeluaran Barang Ilegal di Cileungsi Rugikan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:45

Eggi Sudjana Konsisten Meyakini Jokowi Tak Punya Ijazah Asli

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:15

Selengkapnya