Berita

Ri Jong Ryul/rmol

Dunia

50 Tahun Lalu, Soekarno Tanam Hubungan Baik dengan Korut Lewat Kimilsuingia

SENIN, 13 APRIL 2015 | 15:21 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Tanggal 13 April 1965 merupakan salah satu hari yang memiliki sejarah tersendiri bagi warga Korea Utara maupun Indonesia. Pasalnya, pada tanggal tersebut, Presiden Indonesia Soekarno memberikan sebuah bunga anggrek jenis baru kepada pimpinan Korea Utara pada saat itu, Kim Il-sung.

Bunga anggrek itu diberikan Soekarno secara langsung saat menyambut Kim Il-sung di Kebun Raya Bogor. Bunga anggrek itu pun kemudian diberi nama "kimilsungua" atau bunga anggrek Kim Il-sung.

"Ini adalah hari di mana 50 tahun yang lalu Kim Il-sung bertandang ke Indonesia," kata duta besar Republik Rakyat Demokratik Korea, Ri Jong Ryul dalam peringatan 50 tahun penamamaan kimilsungia yang digelar di Taman Anggrek Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta siang tadi (Senin, 13/4).


Ri menjelaskan, kunjungan Kim Il-sung ke Indonesia pada saat itu telah meletakkan dasar hubungan bilateral yang baik untuk perkembangan hubungan Indonesia dan Korea Utara.

"Dalam kunjungan saat itu, Kim Il-sung bertemu dengan Soekarno dan membocarakan banyak hal yang bersifat saling membangun baik dalam bidang ekonomi, budaya, dan sektor lainnya," jelas Ri.

Bagi Kim Il-sung, jelas Ri, Soekarno merupakan rekan seperjuangan. Selain karena kedua pemimpin negara sama-sama merupakan founding father negara yang baru lepas dari kolonial, tapi juga memiliki visi sejalan soal anti imprealisme dan pembangunan bangsa.

Ri menambahkan, bagi warga Korea Utara, kimilsungia memiliki makna yang lebih dari sekedar bunga anggrek yang indah dipandang.

"Kimilsungia merupakan bunga yang akan terus ditanam di Korea Utara. Hal ini merupakan simbol dari janji kami untuk terus meningkatkan hubungan baik dengan Indonesia," beber Ri.

Dalam peringatan itu, selain dipamerkan sejumlah kimlisungia, juga dipamerkan sejumlah foto para pemimpin Korea utara, mulai dari Kim Il-sung, Kim Jong-il, dan Kim Jong-un. Selain itu ada juga pameran lukisan, kerajinan tangan, serta buku yang berkaitan dengan Korea Utara.

Bukan hanya itu, dalam acara yang sama juga diputar tayangan video dokumenter saat Kim Il-sung berkunjung ke Indonesia pada April tahun 1965. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Jutaan Orang Tak Sadar Terkena Diabetes

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:17

Kejati Sumut Lepaskan Tersangka Penadahan Laptop

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:00

Sektor Energi Indonesia Siap Menggebrak Melalui Biodisel 50 Persen dan PLTN

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:35

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

Pasal Pembuka, Pasal Pengunci

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:21

Eggi Sudjana Perburuk Citra Aktivis Islam

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:19

Pratikno dan Jokowi Harus Dihadirkan di Sidang Sengketa Ijazah KIP

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:03

Dugaan Pengeluaran Barang Ilegal di Cileungsi Rugikan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:45

Eggi Sudjana Konsisten Meyakini Jokowi Tak Punya Ijazah Asli

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:15

Selengkapnya