Berita

Luhut Binsar Panjaitan

Wawancara

WAWANCARA

Luhut Binsar Panjaitan: Idealnya Menteri Dievaluasi Setelah Enam Bulan Bekerja

SENIN, 13 APRIL 2015 | 09:40 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Beredar kabar kewenangan Luhut Binsar Panjaitan diperluas selaku Kepala Staf Kepresidenan. Gara-gara itu menimbulkan gesekan antara Luhut Panjaitan dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).
 
Menanggapi hal itu, Luhut Panjaitan mengatakan, tidak ada gesekan antara dirinya dengan JK.

"Nggak ada itu. Nggak ada kewenangan diperbesar. Saya sudah berkali-kali bilang nggak ada itu. Kami dan Wapres baik-baik saja sejauh ini," ujar pur­nawirawan bintang empat itu.


Seperti diketahui, dikeluar­kannya Perpres No 26/2015 ten­tang Kantor Presiden, unit staf kepresidenan mendapat tam­bahan kewenangan. Menjadi aneh, Wapres JK kabarnya tidak dilibatkan dalam pembahasan Perpres ini.

Berikut wawancara Rakyat Merdeka dengan Luhut Panjaitan;

Tidak ada persaingan antara Anda dengan Wapres?
Nggak ada. Saya nggak me­lihat sampai hari ini apa persaingannya.

Tidak ada kewenangan me­manggil menteri?
Nggak ada manggil-manggil menteri.

Kerja Anda apa dong?
Ya itu, mengevaluasi, moni­toring, bagaimana progress-nya di sektor ekonomi, pertahanan, dan keamanan. Plus komunikasi dengan parlemen maupun par­pol. Nggak ada yang aneh.

Jadi masih sama dengan kewenangan sebelumnya (UKP4)?
Masih sama, baca saja Perpresnya, kan terbuka di website.

Tapi kabarnya Anda sempat mendatangi Wapres di luar jadwal, apa yang dibicara­kan?
Saya menjelaskan saja ke­pada beliau. Saya kira tidak perlu dikomunikasikan di sini. Kami baik-baik saja, nggak ada masalah.

Sudah lima bulan menteri bekerja, apa evaluasi yang sudah Anda lakukan?
Begini ya, lima bulan itu suatu proses yang terlalu singkat untuk kita evaluasi. Kalau saya tidak setuju itu sekarang dievaluasi.

Idealnya butuh berapa lama para menteri bisa dievaluasi?
Paling tidak penilaian itu di tentara saja menilai bagus dan tidak bagus itu enam bulan.

Setelah enam bulan per­tama, mau diapakan hasil evaluasi itu?
Setelah enam bulan itu, ya bisa mungkin Presiden melaku­kannya. Saya juga nggak tahu, mungkin memanggil menter­inya memberitahu, menegur atau bagaimana itu terserah Presiden.

Apa parameter yang dipakai untuk menilai kinerja para menteri?
Pencapaian itu kan bisa dilihat dari RPJM, di APBN itu juga ada. Apa-apa saja yang sudah dikerjakan. Ada semuanya. Itu parameternya sudah ada.

Apa benar kebijakan pe­merintah saat ini mau dibawa kearah neoliberalisme?
Terkadang kita suka bicara nggak jelas. Misalnya kebi­jakan pemerintah dinilai neolib. Tapi mereka paham nggak apa neolib itu. Padahal semua pro­gram pemerintah kami pastikan mengarah kepada kepentingan rakyat banyak. Ada pemerataan di bawah. ***

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya