Berita

ilustrasi/net

Dunia

Turki Protes, Paus Sebut Pembantaian Massal Armenia Genosida

SENIN, 13 APRIL 2015 | 08:02 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu mengecam pernyataan Paus Fransiskus yang menyebut peristiwa pembunuhan massal warga Armenis tahun 1915 sebagai bentuk genosida.

Dalam sebuah pernyataan yang ditayangkan di televisi pada Minggu (12/4),  Davutoglu menilai, pernyataan Paus itu sepihak dan tidak tepat.

"Kita berharap pemimpin agama menyerukan perdamaian," sebutnya seperti dimuat Press TV.


Lebih lanjut ia pun menlai bahwa sikap Paus tersebut bertentangan dengan sikapnya yang disampaikannya saat ia berkunjung ke Turki pada November lalu.

Perlu diketahui, Paus Fransiskus pada upacara keagamaan di Santo Petrus Basilika menyebut bahwa pembantaian sekitar 1.5 juta warga Armenia oleh pasukan Ottoman selama Perang Dunia I merupakan bentuk genosida pertama abad ke-20. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Jutaan Orang Tak Sadar Terkena Diabetes

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:17

Kejati Sumut Lepaskan Tersangka Penadahan Laptop

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:00

Sektor Energi Indonesia Siap Menggebrak Melalui Biodisel 50 Persen dan PLTN

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:35

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

Pasal Pembuka, Pasal Pengunci

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:21

Eggi Sudjana Perburuk Citra Aktivis Islam

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:19

Pratikno dan Jokowi Harus Dihadirkan di Sidang Sengketa Ijazah KIP

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:03

Dugaan Pengeluaran Barang Ilegal di Cileungsi Rugikan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:45

Eggi Sudjana Konsisten Meyakini Jokowi Tak Punya Ijazah Asli

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:15

Selengkapnya