Berita

Wakil Ketua MPR: Anggota Dewan yang Baku Pukul Tak Paham Pancasila

JUMAT, 10 APRIL 2015 | 15:36 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Wakil Ketua MPR Mahyudin menilai, kasus baku pukul yang dilakukan oleh dua anggota dewan, yakni Wakil Ketua Komisi VII Mulyadi dan anggota Komisi VII dari Fraksi PPP Mustofa Assegaf di depan ruang komisi VII Rabu petang lalu (8/4) terjadi karena kurangnya pemahaman terhadap pancasila.

Baku pukul itu sendiri terjadi ketika tengah berlangsung rapat kerja dengan Menteri ESDM. Akibatnya, Mulyadi anggota Fraksi Partai Demokrat, menderita luka lebam di bagian pelipis dan pipi.

Begitu Mahyudin saat membuka sosialiasi Empat Pilar MPR RI kepada Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Trisula di Gedung Nusantara V, Kompleks MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta pada Kamis (9/4). Dalam acara tersebut hadir sekitar 200 peserta sosialisasi Empat Pilar MPR RI (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) dengan menghadirkan narasumber Hardisoesilo (Sekretaris Fraksi Partai Golkar MPR RI).


Menurut Mahyudin, perbedaan pendapat merupakan hal yang biasa. Bila bisa memahami pancasila dengan baik, maka dalam perbedaan pendapat semacam itu harusnya muncul sikap saling menghargai.

"Beda pendapat adalah anugerah dari Tuhan. Di masyarakat, ada merah, hijau, kuning. Dan itu biasa," ujar Mahyudin.

"Jadi tidak perlu berantem hanya gara-gara tersinggung diingatkan durasi berbicara," tambahnya.

Ketika berbicara, lanjut Mahyudin, anggota DPR memiliki hak imunitas. Anggota DPR memang berbicara dan berdebat.

"Itulah DPR. Kata 'parle' (dari kata parlemen) artinya adalah berbicara. Maka kalau anggota DPR hanya duduk, dengar, diam, dan duit. Itu malah berbahaya," tuturnya.

Sosialiasi Empat Pilar MPR RI sendiri, tambah Mahyudin, bukan hanya memasyarakat Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, melainkan juga menghayati dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar MPR RI.

"Ini menjadi tugas MPR sesuai dengan UU No. 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD," tandasnya. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Jutaan Orang Tak Sadar Terkena Diabetes

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:17

Kejati Sumut Lepaskan Tersangka Penadahan Laptop

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:00

Sektor Energi Indonesia Siap Menggebrak Melalui Biodisel 50 Persen dan PLTN

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:35

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

Pasal Pembuka, Pasal Pengunci

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:21

Eggi Sudjana Perburuk Citra Aktivis Islam

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:19

Pratikno dan Jokowi Harus Dihadirkan di Sidang Sengketa Ijazah KIP

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:03

Dugaan Pengeluaran Barang Ilegal di Cileungsi Rugikan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:45

Eggi Sudjana Konsisten Meyakini Jokowi Tak Punya Ijazah Asli

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:15

Selengkapnya