Berita

ayatollah khomeini/net

Dunia

Ayatollah Khamenei: Semua Sanksi Harus Dicabut Saat Kesepakatan Nuklir Diteken

JUMAT, 10 APRIL 2015 | 12:57 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menuntut agar semua sanksi yang diterapkan kepada Iran dicabut bersamaan dengan dijalinnya kesepakatan akhir Iran dengan enam negara kekuatan dunia terkait dengan pembatasan program nuklir.

"Semua sanksi harus dihapus ketika perjanjian ditandatangani. Jika penghapusan sanksi bergantung pada proses lain, lalu mengapa kita memulai negosiasi?" kata Khameini (Kamis, 9/4).

Komentarnya itu adalah pernyataan perdana Khameini sejak kesepakatan nuklir antara Iran dan enam negara kekuatan dunia atau P5+1 dicapai pekan lalu di Lausanne, Swiss.


Sanksi yang dimaksud Khameini mencakup resolusi PBB terkait nuklir serta sanksi ekonomi yang diterapkan Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Namun demikian, Amerika Serikat menegaskan bahwa semua sanksi terhadap Iran akan dicabut secara bertahap.

"Di bawah parameter yang disepakati parameter, sanksi akan ditangguhkan secara bertahap setelah verifikasi bahwa Iran telah memenuhi komitmen khusus," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat Jeff Rathke seperti dimuat Reuters.

Ia menolak untuk memberikan komentar khusus terkait pernyataan Ayatollah.

Perlu diketahui, Amerika Serikat dan Uni Eropa menerapkan sejumlah sanksi tehadap Iran karena program nuklir yang dikembangkannya. Salah satu di antaranya adalah menerapkan sanksi terhadap hampir 1,5 juta barel per hari (bph) dari ekspor Iran sejak awal tahun 2012. Hal itu mengurangi ekspor minyak Iran sebesar 60 persen menjadi sekitar 1 juta barel per hari.

Iran dan P5+1 yakni Amerika Serikat, Jerman, Perancis, Inggris, Rusia dan Tiongkok masih terus melanjutkan negosiasi dalam beberapa hari mendatang untuk membuka jalan bagi kesepakatan akhir terkait nuklir Iran. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Jutaan Orang Tak Sadar Terkena Diabetes

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:17

Kejati Sumut Lepaskan Tersangka Penadahan Laptop

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:00

Sektor Energi Indonesia Siap Menggebrak Melalui Biodisel 50 Persen dan PLTN

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:35

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

Pasal Pembuka, Pasal Pengunci

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:21

Eggi Sudjana Perburuk Citra Aktivis Islam

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:19

Pratikno dan Jokowi Harus Dihadirkan di Sidang Sengketa Ijazah KIP

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:03

Dugaan Pengeluaran Barang Ilegal di Cileungsi Rugikan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:45

Eggi Sudjana Konsisten Meyakini Jokowi Tak Punya Ijazah Asli

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:15

Selengkapnya