Berita

david cameron/net

Dunia

Mantan Diplomat Inggris Kritik Kebijakan Luar Negeri Cameron ke Suriah

RABU, 08 APRIL 2015 | 17:56 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Mantan diplomat senior Inggris Peter Ford menyalahkan Perdana Menteri david Cameron atas kebijakannya terhadap Suriah yang berdampak pada peningkatan eksrimisme di Inggris.

Peter Ford yang merupakan mantan utusan Inggris untuk Suriah itu menyebut bahwa Cameron telah menerapkan "unthinking policy" terhadap Suriah.

"Karena itu, kebijakan Suriah masih menjadi bumerang," kata Ford sambil menambahkan bahwa hal itu ikut berkontribusi dalam peningkatan ekstrimis di Inggris.


Pernyataan Ford itu dimuat dalam bentuk tulisan di The Guardian dan dilansir Press TV pada Rabu (8/4).

Ia menyebut bahwa keputusan Cameron untuk bergabung koalisi Amerika Serikat untuk melakukan intervensi ke Suriah justru semakin menabuh genderang perang dengan Suriah.

Ford menyebut bahwa kebijakan yang diambil Cameron itu mengdopsi kebijakan luar negeri Hawkish. Ia pun mengkritisi soal Cameron yang masih berupaya memperpanjang masa jabatannya, padahal kebijakan yang diambilnya telah memicu terjadinya bencana baik di dalam negeri Inggris ataupun di luar Inggris.

"Fokus saat ini pada politik dalam negeri dan pemilihan umum di Inggris 7 Mei seharusnya pemilih Inggris tidak buta pada fakta bahwa Cameron telah menjadi bencana kebijakan luar negeri," sambung Ford.

Ford sendiri merupakan mantan duta besar Inggris di Suriah yang bertugas pada periode 2003 hingga 2006 lalu.

Inggris sendiri tercatat menjadi salah satu negara yang warga negaranya ikut bergabung dengan kelompok militan ISIS di Irak dan Suriah.

Setidaknya 500 warga Inggris diyakini telah bergabung dengan ISIS di Suriah dan Irak selama dua tahun terakhir. Sekitar 250 di antaranya diperkirakan telah kembali ke Inggis. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Jutaan Orang Tak Sadar Terkena Diabetes

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:17

Kejati Sumut Lepaskan Tersangka Penadahan Laptop

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:00

Sektor Energi Indonesia Siap Menggebrak Melalui Biodisel 50 Persen dan PLTN

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:35

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

Pasal Pembuka, Pasal Pengunci

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:21

Eggi Sudjana Perburuk Citra Aktivis Islam

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:19

Pratikno dan Jokowi Harus Dihadirkan di Sidang Sengketa Ijazah KIP

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:03

Dugaan Pengeluaran Barang Ilegal di Cileungsi Rugikan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:45

Eggi Sudjana Konsisten Meyakini Jokowi Tak Punya Ijazah Asli

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:15

Selengkapnya