Berita

khofifah indar parawansa

Gus Dur dan Mertua SBY Setahap Lagi jadi Pahlawan

Bocoran dari Menteri Khofifah
SENIN, 06 APRIL 2015 | 07:20 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Setelah sempat tertunda beberapa tahun, wacana gelar pahlawan nasional buat Gus Dur dan mertua bekas Presiden SBY, Sarwo Edhie Wibowo, akhirnya dapat titik terang. Sedianya November tahun ini kedua tokoh besar itu bakal dianugerahi pahlawan nasional.

 Sejak wafat tahun 2009 silam, hingga kini bekas Presiden KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur belum mendapat gelar pahlawan nasional. Ziarah ke makam Gus Dur di kompleks Ponpes Tebu Ireng Jombang, Jawa Timur, kemarin Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa menjanjikan pada November mendatang Gus Dur akan jadi pahlawan nasional.

Diungkapkan Khofifah, peng­kajian gelar kepahlawanan Gus Dur sudah rampung dibahas Tim Pengkajian dan Penelitian Gelar Pahlawan Nasional Pusat (TP2GP).


"Kini tinggal menunggu kepu­tusan Dewan Gelar Pahlawan Nasional yang diketuai Menko Polhukam. Setelah itu diputus Presiden Jokowi," kata Menteri Khofifah seusai menyerahkan bantuan rehabilitasi makam pahlawan nasional di Ponpes Tebu Ireng, Jombang, kemarin.

Khofifah berjanji, Agustus mendatang pihaknya akan men­gajukan gelar kepahlawanan Gus Dur ke Dewan Gelar Pahlawan Nasional. "Kalau itu sudah dipu­tuskan oleh presiden biasanya dilaksanakan sebelum tanggal 10 November," ungkapnya.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Khofifah menyerahkan bantuan Kemensos untuk merehabilitasi Makam Pahlawan Nasional (MPN) senilai Rp 135 juta.

Bantuan tersebut diterima istri pengasuh Ponpes Tebu Ireng Farida. Dana tersebut nantinya digunakan untuk merehabilitasi MPN yang terletak di kompleks Ponpes Tebu Ireng. Di kom­pleks Ponpes Tebu Ireng selain ada makam Gus Dur, terda­pat 2 makam pahlawan nasional yakni, KH Hasyim Asyari dan KH Wahid Hasyim. Keduanya merupakan kakek dan ayah be­kas Presiden Gus Dur.

"Dari silaturahmi sebelumnya, kebetulan perlu ada renovasi makam pahlawan nasional di kompleks Ponpes Tebu Ireng Jombang," kata Khofifah kepada wartawan.

Sampai saat ini, lanjut Khofifah, di Indonesia tercatat 163 orang yang telah menyandang gelar pahlawan nasional. Dari jumlah itu, 23 di antaranya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, Jakarta.

"Berarti yang 140 di TMP (taman makam pahlawan) yang tersebar di daerah-daerah, dan ada yang di MPN (makam pahla­wan nasional) seperti di Tebu Ireng ini. Semuanya mestinya mendapat perhatian pengelolaan dari Kemensos," ungkapnya.

Khofifah menambahkan, pihaknya meminta kepada masyarakat agar mengadu ke Kemensos apabila ada MPNatau TMP di daerah yang kurang terawat.

Seusai menyerahkan bantuan, bekas anak buah Gus Dur di Kabinet Persatuan Nasional itu menyempatkan meletakkan batu pertama rehabilitasi MPN di kompleks makam keluarga Gus Dur.

Dari situ, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan di era pemerintahan Gus Dur ini berziarah. Khofifah beserta rombongan menggelar tahlilan di pendopo tepat di depan kompleks makam keluarga Gus Dur. Saat tahlilan berlangsung Menteri Khofifah tampak menitikkan air mata. Setelahnya Menteri Khofifah menaburkan bunga ke makam Gus Dur, KH Hasyim Asyari dan KH Wahid Hasyim. "Saya teringat wasiat Gus Dur kepada saya," ucapnya kepada salah seorang pengurus Ponpes Tebu Ireng.

Sementara itu, Direktur Kepahlawanan Keperintisan dan Kesetiakawanan Sosial Kemensos Andik Hanindito mengatakan, selain Gus Dur, saat ini ada lima nama yang diajukan untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional. Salah satunya adalah; Sarwo Edhie Wibowo, mertua bekas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang juga bekas Danjen Kopassus.

"Sarwo Edhie dari kami su­dah oke, tinggal nunggu dewan gelar," sebutnya. ***

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya