Berita

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK)

Pak JK Takut Kalah Ganteng Sama Pengusaha Muda Ya...

Imbau Pebisnis Junior Tidak Buru-buru Jadi Politisi
MINGGU, 05 APRIL 2015 | 07:25 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Publik media sosial mengomentari pernyataan Wapres JK yang meminta pengusaha muda tidak 'pagi-pagi' terjun ke politik. Tweeps berkelakar, JK takut kalah ganteng dengan para pengusaha muda.
 
Di Twitter, account @ninjacapkampa ketawa mendengar Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meminta pengusaha muda tidak buru-buru menjadi politisi. Menurutnya, lucu seorang JK yang berlatar belakang pengusaha mengimbau juniornya tidak terjun ke politik.

"Jiaah, memang pak JK dulu bukan pengusaha? Hahaha," candanya.


Account @Gosip_Peng menolak saran JK supaya pengusaha muda tidak ikut berpolitik. Dia justru menyarankan, pengusaha terjun ke politik ketika muda, agar bisa berkontribusi lebih lama membangun negara. "Pemuda itu yang memajukan bangsa. Termasuk pengusaha muda," kicaunya.

Akun@hybertmesepy keberatan pengusaha muda didoktrin hanya fokus berbisnis. Menurutnya, hal tersebut bertentangan dengan nilai demokrasi di Indonesia. "Tidak bebas, tidak demokratis. Menghilangkan kebebasan berpendapat! Semakin bingung," cuitnya.

Account @dixie_killer berguyon, negara Indonesia tidak maju karena pengusaha yang terjun ke politik umumnya sudah berusia tua.

"Kebanyakan pengusaha tua negara jadi stagnan, tidak ada perubahan," kicaunya.

Account @irvanhanny berkelakar, JK menyarankan pengusaha muda untuk tidak terjun berpolitik karena JK takut kalah bersaing. "Cemburu ya sama yang muda. Takut kalah ganteng ya pak, hehehe," kelakarnya.

Akun@ibnupurna bilang, seharusnya JK membimbing pengusaha muda agar semangat terjun ke politik. "Kan contohnya sudah ada, yaitu Anda. Ajarin dong pak pengusaha Hipmi jadi politisi yang baik," kicaunya.

Akun@rivaalfarizy menduga, JK khawatir apabila terlalu banyak pengusaha muda terjun ke dunia politik. "Saingan cari penghasilan ya pak? Hehe," guraunya.

Account @cikem05 berkicau, idealnya JK mengimbau pengusaha muda yang terjun ke politik mensejahterakan rakyat. "Harusnya pengusaha muda diimbau mau lebih berkorban membantu rakyat, hehe," katanya.

Berbeda, Tweeps@Denymayzeta justru mendukung saran bekas Ketua Umum Partai Golkar itu. Dia khawatir, pengusaha muda yang terburu-buru menjadi politisi terjerumus korupsi. "Kalau jadi politisi otak cuma rugi atau untung, bahaya. Kasihan nanti negeri ini dibuat modal usaha," belanya.

Tweeps @maulana mengatakan, pengusaha muda yang terjun ke politik tidak akan fokus menjalankan bisnis. "Nanti kekuasaan dipakai untuk memperkaya perusahaan, ini bahaya," ingatnya.

Di jejaring Facebook, account Irianto tidak setuju jika pengusaha muda dilarang aktif berpolitik. "Justru mereka harus didorong menjadi bupati atau gubernur. Setelah menjabat harus profesional," katanya.

Facebooker Zaenal Fanani mengingatkan, Wapres JK tidak mempersulit usaha pengusaha muda yang terjun ke politik. "Jangan perusahaannya dikerjain," ucapnya.

Facebooker Joe Rockin bergurau, JK boleh melarang pengusaha muda apapun ikut berpolitik, namun dia tidak boleh melarang pengusaha muda sektor mebel. Sebab, Presiden Joko Widodo merupakan pengusaha mebel. "Kalau pengusaha mebel boleh kan? Kalau nggak boleh, berarti Jokowi kena sindir dong, haha," kelakarnya.

Facebooker Muhammad Tuharyad menilai, idealnya kepala daerah atau kepala pemerintahan berasal dari kalagan pengusaha, karena sudah memiliki modal sendiri untuk berpolitik. "Ketimbang yang pekerjaannya nggak jelas. Kampanye nggak punya duit, malah nyusahin warga, hehe," celotehnya.

Wapres JK meminta agar para pengusaha di dalam negeri tidak terjun ke dunia politik. Pasalnya, pria asal Makassar tersebut menilai, jika pengusaha muda sudah masuk lingkaran politik, maka hanya akan menghabiskan banyak tenaga dan tidak berkesempatan melebarkan usahanya.

"Jadi jangan punya kemampuan sedikit kemudian berpikir ke politik. Jangan langsung ikut pilkada. Memang itu baik, tapi kita akan kehilangan kemampuan pengusaha," pesan JK.

JK menambahkan, Indonesia masih sangat membutuhkan para pengusaha guna menggenjot perekonomian nasional tumbuh membaik.

"Suatu negara tidak akan bisa maju tanpa pengusaha yang banyak. Sebab, generasi muda ini yang berkumpul meningkatkan kemampuan berusahanya, sinerginya, dan saling belajar satu sama lain. Dan tentu dengan semangat tinggi akan memajukan dirinya dan bangsanya," ungkapnya.

Tak dipungkiri, lantaran perbedaan zaman, maka semangat generasi muda di dalam negeri kerap berbeda-beda. JK menyebut, pada zaman perjuangan semangat yang ada adalah menuju kemerdekaan.

Namun, katanya, di era globalisasi seperti saat ini semangat yang harus dimunculkan para generasi muda, yakni terus berkarya sehingga mampu meningkatkan daya saing.

"Zaman dulu, kalau dekat dengan pemerintah akan dapat jalan yang mulus. Sekarang harus dengan persaingan, siapa yang lebih baik, yang lebih murah dan yang lebih cepat. Persaingan akan dimenangkan oleh orang yang punya motivasi," tuturnya. ***

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Brimob Polda Metro Jaya Bubarkan Balap Liar di Pulogadung

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:17

Istana Ungkap Cadangan Beras di Bulog Tembus 5,3 Juta Ton

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:04

Kasasi Bisa Perjelas Vonis Banding Luhur Ditambah Beban Uang Pengganti

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:45

Putusan MK soal IKN Dianggap Beri Kepastian Hukum

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:39

“Suamiku Lukaku” Angkat Luka Perempuan Korban KDRT

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Prabowo Minta Pindad Rancang Mobil Presiden Khusus untuk Sapa Rakyat

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Penyederhanaan Sistem Partai Tak Harus dengan Threshold Tinggi

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:10

Nasabah PNM Denpasar Sukses Ubah Sampah Pantai jadi Cuan

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:59

Hukum yang Layu: Saat Keadilan Kehilangan Hati Nurani

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:43

Andrianto Andri: Tokoh Sumatera Harus Jadi Cawapres 2029

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:11

Selengkapnya