Berita

ilustrasi

Bisnis

"Semuanya Berawal dari Janji-janji, Akhirnya Menjadi Kenyataan..."

Soal Pipa Gas Alam Masuk ke Perumahan & Apartemen
MINGGU, 05 APRIL 2015 | 05:30 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Publik media sosial mendukung rencana pemerintah mendorong pemasangan jaringan pipa gas alam ke perumahan dan apartemen. Namun, Tweeps ragu pemerintahan Jokowi becus merealisasikan rencana itu.

Di dunia maya, akun @DonnyAndi menilai, pemerintah Jokowi sekarang terlalu banyak gembar-gembor membangun jaringan pipa gas alam ke perumahan warga.

"Keep silent aja dengan rencana itu, jangan banyak omong. Dibikin saja kalau emang benar," kicaunya.


Akun @massaid97 mengatakan, program pemerintah mendorong pembangunan pipa gas alam sebenarnya sudah lama disosialisasikan. "Tapi nggak ada perkembangan. Yang ada jalan tiap tahun digali PDAM, PLN operator seluler," katanya.

Akun @perwata menganggap rencana pemerintah memperbanyak jaringan pipa gas di perumahan dan apartemen hanya omong kosong.

"Selalu muncul ide hebat, tapi realisasinya lama. Cuma kasih harapan menyenangkan," cuitnya.

Akun @poopoh bilang, kecil kemungkinan BUMN pengelola sumber daya gas mau memprioritaskan program pemerintah Jokowi membangun jaringan pipa gas untuk kebutuhan rakyat.

"Nggak bakal mau mereka pasang gas rumah tangga yang nggak ada untungnya," katanya.

Akun @red_dust menilai, janji pemerintah mendorong pembangunan pipa gas bawah tanah ke perumahan dan apartemen hanya pencitraan. "Mimpi ye," katanya.

Akun @genjik_cilik sudah tidak percaya mendengar janji manis dari pemerintah Jokowi. "Sekarepmulah," katanya.

Akun @rezaagustian mengingatkan, pemerintah tidak sembarang memasang pipa gas bawah tanah ke perumahan. "Rawan meledak tuh, apalagi kalau providernya amatiran," ingatnya.

Akun @cikem05 berkelakar, pemerintah akan mencabut subsidi gas, setelah warga beramai-ramai memasang jaringan gas di rumah.

"Setelah terpasangan jaringan, warga disuruh bayar mahal. Biar target pajak pemerintah tercapai, hehe," guraunya.

Berbeda, akun @freeman optimistis pemerintahan Jokowi bisa merealisasikan janjinya membangun jaringan pipa gas alam. "Semua itu berawal dari janji hingga akhirnya menjadi kenyataan," belanya.

Akun @tendrous menilai, rencana pemerintah mengencarkan pembangunan jaringan pipa gas ke perumahan, brilian.

"Gas alam masuk perumahan itu yang selalu saya suarakan. Rakyat yang dulu menilak silakan mengajukan kembali," katanya.

Harga elpiji 12 kg kembali melambung. Komoditas non subsidi yang disalurkan PT Pertamina itu memang harus mengikuti harga keekonomian.

Melihat harga elpiji 12 kg yang terus naik, Pemerintah mencari solusi jangka panjang. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Sofyan Djalil, akan mendorong pemasangan jaringan pipa gas alam hingga ke perumahan dan apartemen.

Harga gas pipa dinilai relatif stabil dan jauh lebih murah daripada gas tabung yang saat ini dijual ke masyarakat.

"Ke depan nanti semua apartemen bertingkat dan semua rumah baru diwajibkan punya gas. Kalau ada gas rumah tangga, sangat murah karena langsung dari gas alam dan gas dari pipa," kata Sofyan usai rakor Biodiesel di Kemenko Perekonomian, Jakarta.

Pemerintah telah menyiapkan alokasi dana jangka panjang untuk pembangunan jaringan pipa gas hingga ke hunian. "Pemerintah menyediakan dana untuk jaringan gas rumah tangga," ujarnya.

Menurut Sofyan, Pertamina tidak diam-diam menaikkan elpiji 12 kg. Sofyan menyebut Pertamina memiliki kuasa menyesuaikan harga karena elpiji 12 kg bukan barang subsidi.

"Tidak diam-diam. Selama ini 12 kg kan enggak disubsidi," ujarnya.

Pemerintah tidak menampik adanya disparitas harga antara elpiji 3 kg yang maish disubsidi dan 12 kg yang non subsidi. Potensi disparitas tersebut memang memicu praktik 'pengoplosan'. Untuk aktivitas tersebut, pemerintah akan menjatuhkan sanksi tegas.

"Law inforcement-nya yang diperlukan. Dulu kan terjadi yang meledak itu tabung 3 kg karena pengoplosan. Sekarang ditangkap dan hilang. Yang penting law enforcement," ujarnya. ***

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Legislator Nasdem: Bukan Hal Sulit bagi Polri Kejar Spam Judol

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:57

Aksi Dramatis Anggota TNI Selamatkan Balita dari Cengkeraman Paman Sakau

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:45

Sempat Lolos OTT KPK, Bos PT MSA Fika Nur Alawi Resmi Pakai Rompi Oranye

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35

Lagu ‘Mas Bahlil Ganteng’ Berdampak Positif terhadap Citra Golkar

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:10

Cak Imin Pastikan Sekolah Rakyat Sukoharjo Siap Sambut Tahun Ajaran Baru

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:07

Telkom Akses Perkuat Kompetensi SDM Digital di Daerah 3T

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:48

Aliansi Kontraktor Geruduk Sudin PRKP Jakut Gegara Dugaan Monopoli Proyek

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:41

Peresmian Kantor UN Tourism Kukuhkan Spanyol di Garda Terdepan Multilateralisme

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:30

Kejagung Endus Dugaan Keterlibatan Kolonel TNI Aktif dalam Korupsi MBG

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:25

Baru Tiga Bulan Menjabat, Dirut Pos Indonesia Mundur

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:21

Selengkapnya