Kuil Buddha dan biara-biara di Tibet harus menjadi pusat propaganda Partai Komunis Tiongkok yang berkuasa di mana biarawan dan biarawati belajar untuk menghormati ilmu dan mencintai partai.
Begitu kata pejabat Tiongkok untuk wilayah Tibet, Chen Quanguo dalam tulisannya di majalah dua mingguan Qiushi.
Ia menyebut, lebih dari 1.700 kuil dan biara serta 46,000 biarawan dan biarawati harus melihat pemeirntah Tiongkok sebagai teman.
"Biarkan para biarawan dan biarawati di kuil-kuil dan biara-biara memiliki perasaan pribadi dengan partai dan perawatan serta kehangatan pemerintah; membiarkan mereka merasa kebajikan partai, mendengarkan kata-kata partai dan mengikuti jalan partai," tulis Chen di Qiushi seperti dimuat
Channel News Asia (Jumat, 3/4).
Ia pun menyerukan agar kuil dan biara di Tibet dilengkapi dengan radio dan televisi, serta surat kabar dan ruang baca.
"Biarawan dan biarawati tidak harus pergi keluar dari kuil atau biara mereka untuk memahami kebijakan partai dan pemerintah dan kemajuan sosial, atau perdamaian, stabilitas dan nasib baik Tibet, sehingga mereka dibimbing untuk mengikuti jalan memuja budaya ilmiah," sambungnya.
Tiongkok sendiri diketahui membebaskan dengan damai Tibet pada tahun 1950.
[mel]