Berita

Bisnis

PGN Setor Rp 30,448 Triliun ke Pemerintah dalam 8 Tahun

KAMIS, 02 APRIL 2015 | 13:11 WIB | LAPORAN:

Peningkatan pemanfaatan gas bumi bagi masyarakat menjadi prioritas penting bagi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN).

Sebagai perusahaan pelat merah, PGN terus mengembangkan infrastruktur dan penyaluran gas bumi ke berbagai segmen pelanggannya. Mulai dari rumah tangga, UKM, komersial, industri, pembangkit listrik dan transportasi.

Peningkatan pemanfaatan gas bumi bagi berbagai segmen di masyarakat itu bisa dilihat dari besar penyaluran gas bumi oleh PGN dalam delapan tahun terakhir. Pada 2007, PGN menyalurkan gas bumi sebesar 1.150 MMSCFD dan pada 2014 sebesar 1.710 MMSCFD. Gas bumi tersebut mengalir melalui pipa PGN yang pada akhir 2014 lalu panjangnya mencapai 6.161 kilometer.


"Peningkatan penyaluran gas bumi tersebut berimbas pada pendapatan, laba usaha dan setoran ke pemerintah dalam bentuk dividen, pajak dan iuran BPH yang juga melonjak dalam delapan tahun terakhir," kata Jurubicara PGN, Irwan Andri Atmanto, Kamis (2/4).  

Irwan menjelaskan, pada 2007 pendapatan PGN sebesar Rp 8,8 triliun dan pada 2014 sebesar Rp 40,28 triliun. Sedangkan laba usaha PGN pada 2007 sebesar Rp 3,08 triliun dan pada 2014 sebesar Rp 11,606 triliun.

Kinerja keuangan lainnya juga menunjukkan peningkatan yang signifikan. Aset perusahaan misalnya tumbuh pesat dalam delapan terakhir. "Pada 2007 aset PGN sebesar Rp 20,44 triliun dan pada 2014 menjadi Rp 77,32 triliun," kata Irwan.

Demikian pula dengan setoran kepada pemerintah dalam bentuk dividen, pajak dan iuran BPH Migas.  Pada 2007 setoran dividen PGN ke pemerintah sebesar Rp 522,57 miliar dan pada 2014 sebesar Rp 2,905 triliun. Adapun setoran pajak PGN pada 2007 sebesar 1,399 trilyun dan pada 2014 sebesar 3,024 triliun. Sedangkan iuran BPH Migas pada 2007 adalah Rp 8,37 miliar dan pada 2014 sebesar Rp 67,31 miliar.

Secara kumulatif setoran PGN kepada pemerintah dalam bentuk dividen, pajak dan iuran BPH dari 2007-2014 atau dalam delapan tahun terakhir adalah Rp 30,448 triliun.[wid]


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Legislator Nasdem: Bukan Hal Sulit bagi Polri Kejar Spam Judol

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:57

Aksi Dramatis Anggota TNI Selamatkan Balita dari Cengkeraman Paman Sakau

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:45

Sempat Lolos OTT KPK, Bos PT MSA Fika Nur Alawi Resmi Pakai Rompi Oranye

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35

Lagu ‘Mas Bahlil Ganteng’ Berdampak Positif terhadap Citra Golkar

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:10

Cak Imin Pastikan Sekolah Rakyat Sukoharjo Siap Sambut Tahun Ajaran Baru

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:07

Telkom Akses Perkuat Kompetensi SDM Digital di Daerah 3T

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:48

Aliansi Kontraktor Geruduk Sudin PRKP Jakut Gegara Dugaan Monopoli Proyek

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:41

Peresmian Kantor UN Tourism Kukuhkan Spanyol di Garda Terdepan Multilateralisme

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:30

Kejagung Endus Dugaan Keterlibatan Kolonel TNI Aktif dalam Korupsi MBG

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:25

Baru Tiga Bulan Menjabat, Dirut Pos Indonesia Mundur

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:21

Selengkapnya