Berita

olga syahputra/net

Adhie M Massardi

Olga Syahputra: Dari Rakyat untuk Rakyat

SABTU, 28 MARET 2015 | 12:08 WIB | OLEH: ADHIE M. MASSARDI*

TALENTA Olga Syahputra memang tidak sekuat dan sevariatif Bing Slamet, Benyamin Sueb atau Asmuni Srimulat. Tapi di generasinya, anak muda yang lahir dengan nama Yoga Syahputra (8 Februari 1983) ini, akan menjadi komedian legendaris dan dikenang dengan nama yang manis.
 
Riwayat perjalanan hidup dan karier Olga memang khas kisah sukses orang-orang di negara-negara dunia ketiga. Tidak melalui jenjang pendidikan yang pas. Tapi lebih banyak dtopang oleh berbagai kejadian "kebetulan" dan "keberuntungan".
 
Lihat saja, masa remaja sulung dari tujuh bersaudara ini dihabiskan di kawasan rakyat jelata di Duren Sawit, Jakarta Timur. Tak ada pekerjaan kecuali menyatroni lokasi syuting sinetron untuk sekedar mendapat ganjaran tandatangan artis-artisnya.
 

 
Bahkan ketika kebetulan ditawari main serial komedi Lenong Bocah (2003), keluarganya harus melego kulkas, satu-satunya barang mewah di rumahnya, untuk biaya kursus akting di Sanggar Ananda. Sejak itu, Olga hidup di antara berbagai kebetulan, kepahitan dan keberuntungan, hingga ia menjadi seperti yang Anda kenal sekarang.
 
Banyak komedian dan artis yang memiliki talenta lebih baik dari Olga. Tapi kenapa dalam hal keberadaannya di hati publik, dalam kenangan masyarakat banyak, Olga bisa lebih dominan dan melampaui mereka?
 
Satu hal yang tidak banyak dipunyai mereka: Olga memiliki totalitas dan ketulusan dalam memainkan perannya sebagai komedian, penghibur hati rakyat yang sangat ia pahami sebagai kumpulan orang-orang penuh derita. Sebagian besar korban janji-janji politik para penguasa.
 
Berbeda dengan jargon politik "dari rakyat untuk rakyat" yang terasa nyinir karena hanya basa-basi. Olga benar-benar lahir di tengah rakyat. Anugerah bakat dari Allah Swt ia kembalikan kepada rakyat, umatNya, dengan ikhlas. Kemudian Allah mengganjar keikhlasan dan ketulusannya dengan limpahan materi duniawi.
 
Tapi belum lagi cukup waktu guna menikmati semua karunia itu, Jumat (26/3) petang kemarin maut menjemput Olga, yang terbaring di rumah sakit di Singapura, karena radang selaput otak (meningitis) yang sudah cukup lama dideritanya.
 
Tapi saya percaya, mereka yang berjuangan untuk menyenangkan (hati) rakyat, akan diberi tempat di hati rakyat. Dan Tuhan, insya Allah, memberi mereka rahmat.[***]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya