Berita

Bisnis

MEA Center Gelar Pertemuan Bahas Sektor Perikanan dan Akuakultur ASEAN

KAMIS, 26 MARET 2015 | 12:44 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Indonesia sebagai Kepala MEA Center mengadakan Pertemuan ke-4 Satuan Kerja Publik-Privat ASEAN untuk Sektor Perikanan dan Akuakultur, di Jakarta selama dua hari, yang dibuka pada Rabu, (25/3).

Acara ini bertujuan untuk mempertemukan pihak pemerintah dan swasta dalam rangka membahas masalah kelautan dan perikanan yang berkelanjutan di kawasan ASEAN.
 
Kepala Pusat Analisis Kerja Sama Internasional dan Antarlembaga (Puskita) KKP, Anang Noegroho mengatakan bahwa pertemuan yang berlangsung selama dua hari ini akan memberikan beberapa tugas kepada Satuan Kerja pasca Maret ini.


Tugas tersebut, antara lain meng-update tugas dengan fokus pada perkembangan pelaksanaan dan rencana kegiatan pada bulan-bulan berikutnya. Kedua, membahas dan merevisi kerangka acuan dan buku pedoman untuk memasukkan peran dan tanggung jawab sekretariat Satuan Kerja.
 
Ketiga, membahas ide untuk Satuan Kerja ASEAN supaya bisa memberikan kontribusi dan pemikiran untuk kemajuan di sektor perikanan danaquaculture. Keempat, pertemuan ini akan menunjuk sekretariat satuan kerja yang baru dan koordinator untuk tahun depan secara sah.

"Saya berharap pada pertemuan kali ini, para anggota dapat menyepakati poin-poin yang sudah dikerjakan oleh Satuan Kerja selama ini. Upaya dan prestasi satuan kerja pada masa lalu, sekarang, dan yang akan datang dapat membantu kita menyukseskan berjalannya MEA 2015 dengan baik, di mana swasta dan publik dapat bekerjasama menyelesaikan isu-isu perindustrian," kata Anang sebagaimana keterangan tertulis yang diterima redaksi sesaat lalu (Kamis, 26/3).

Kepala MEA Center itu mengatakan bahwa saat ini merupakan kesempatan yang bagus untuk menekankan betapa pentingnya pelembagaan dan keterlibatan swasta dalam mendukung perkembangan sektor perikanan dan budidaya air di ASEAN.
 
Perlu diketahui, bahwa pada pertemuan pertama dialog ini diselenggarakan di Thailand pada 2013, dialog ke-2 di Vietnam tahun 2014, serta dialog ke-3 di Malaysia juga di tahun 2014.[wid]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Legislator Nasdem: Bukan Hal Sulit bagi Polri Kejar Spam Judol

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:57

Aksi Dramatis Anggota TNI Selamatkan Balita dari Cengkeraman Paman Sakau

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:45

Sempat Lolos OTT KPK, Bos PT MSA Fika Nur Alawi Resmi Pakai Rompi Oranye

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35

Lagu ‘Mas Bahlil Ganteng’ Berdampak Positif terhadap Citra Golkar

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:10

Cak Imin Pastikan Sekolah Rakyat Sukoharjo Siap Sambut Tahun Ajaran Baru

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:07

Telkom Akses Perkuat Kompetensi SDM Digital di Daerah 3T

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:48

Aliansi Kontraktor Geruduk Sudin PRKP Jakut Gegara Dugaan Monopoli Proyek

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:41

Peresmian Kantor UN Tourism Kukuhkan Spanyol di Garda Terdepan Multilateralisme

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:30

Kejagung Endus Dugaan Keterlibatan Kolonel TNI Aktif dalam Korupsi MBG

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:25

Baru Tiga Bulan Menjabat, Dirut Pos Indonesia Mundur

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:21

Selengkapnya