Berita

bambang soesatyo/net

Politik

Kubu ARB Ancam Laporkan Yasonna ke KPK dan Kejaksaan

JUMAT, 20 MARET 2015 | 15:52 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Bendahara Umum DPP Partai Golkar hasil Munas Bali, Bambang Soesatyo menyatakan bahwa pihaknya akan melaporkan Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H Laoly ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan kejaksaan.

Hal ini ditegaskan Bambang jika hari ini (Jumat, 20/3), Yasonna nekad mengesahkan kubu Munas Ancol seperti yang disampaikan Yorris Raweyai dengan dasar keputusan Mahkamah Partai, tanpa menunggu keputusan pengadilan.

"Kubu ARB akan laporkan Laoly ke KPK dan Kejaksaan dengan sangkaan melanggar pasal 23 UU 31/1999 tentang Tipikor juncto pasal 421 KUH Pidana," tegasnya.


Menurut Bambang, fakta-faktanya Munas Ancol itu abal-abal dan sarat tindak pidana pemalsuan. Pemerintah diharapkan untuk tidak menutup mata dan mengenyampingkan realita politik tersebut.

"Kami mengingatkan bahwa Laoly yang bertindak atas nama presiden dan pemerintah harus bertanggung jawab jika keputusannya yang memihak kubu Ancol itu akan menimbulkan konflik horizontal di akar rumput Partai Golkar seperti yang pernah dialami Megawati dan PDIP (hasil Kongres Surabaya)," kata Bambang.

Ulas Bambang, konflik horizontal yang pernah dialami Megawati dan saat itu masih bernama PDI telah banyak memakan banyak korban jiwa. Ketika itu kader-kader PDI pimpinan Megawati berusaha mati-matian mempertahankan diri dari serbuan orang-orang ketum PDI hasil kongres Medan, bentukan pemerintah yang dikenal dengan peristiwa Kudatuli.

"Hingga kini beberapa kader militan Megawati tidak jelas rimbanya. Konon hilang tanpa ditemukan jasadnya," cerita Bambang.[wid]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya