Berita

tantowi yahya/net

Tantowi Yahya Desak Jokowi Tindak Tegas Pasukan Cyber yang Sudah Rusak Demokrasi

JUMAT, 20 MARET 2015 | 04:31 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pasukan cyber di dunia maya sudah meresahkan masyarakat. Selain itu, kehadiran mereka juga merusak demokrasi. Bahkan, keberadaan mereka bisa menyebabkan diistegrasi bangsa.

"Ini membahayakan dalam konteks persatuan dan kesatuan bangsa," kata Wakil Ketua Komisi I DPR, Tantowi Yahya, kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Jumat, 20/3). 

Karena itu, Tantowi meminta Presiden Joko Widodo dan Polri menindak tegas pasukan cyber ini. Sebab apa yang dilakukan pasukan ini, selalu menyerang pihak yang berbeda pendapat dengan cara yang tidak sehat dan intimidatif. 


"Habis memaki-maki orang mereka, pasukan cyber pun membuang sim card mereka Lama kelamaan demokrasi pun mati dan kebenaran hanya milik pasukan cyber ini karena selalu membenarkan apapun yang dilakukan pemimpin," tegas Tantowi. 

Terkait dengan hal ini, ungkap Tantowi, Komisi I berencana membahasnya dengan Menkominfo. Bagaimanapun, negara harus hadir, dan persoalan ini tidak bisa dibiarkan. Selain itu, DPR juga akan merevisi UU ITE untuk membahas mengenai cyber sehingga ke depan tidak ada lagi akun-akun tidak jelas yang digunakan untuk mengadu domba anak bangsa. 

"Hal ini sudah dibicarakan sejak menkominfo Pak Tifatul Sembiring. Penjualan simcard tak bisa sembarangan, harus meninggalkan kartu identitas untuk didaftarkan. Kalau simcard dibeli di pinggir jalan satu orang saja bisa punya 10 nomor. Kita tidak ingin membatasi kebebasan tapi kebebasan juga harus bertanggungjawab," demikian Tantowi. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya