Berita

Adhyaksa Dault Disuruh Mundur Bila Tak Mampu Benahi Pramuka

JUMAT, 20 MARET 2015 | 00:39 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Belakangan ini Pramuka banyak dicederai oleh kepentingan sepihak atau pemerintah. tentu saja, pemerintah yang tidak benar-benar mewakili aspirasi Pramuka Indonesia, sejatinya harus terus dikontrol agar tidak terlalu menggarong aset dan kekayaan Pramuka.

Demikian disampaikan Yusup dari Forum Komunikasi Gerakan Pramuka Lintas Racana. Yusup pun menegaskan bahwa Forum Komunikasi Gerakan Pramuka Lintas Racana tidak akan tinggal diam melihat Pramuka sudah kronis karena ada ada upaya menghilangkan naluri pramuka.

Salah satu bukti ketegasan sikap ini dilakukan Forum Komunikasi Gerakan Pramuka Lintas Racana dengan menggelar aksi di Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat (Kamis, 19/3). Dalam aksi ini mereka menuntut beberapa hal. Diantaranya trasparansi anggaran dan aset gerakan pramuka; rombak sistem pendidikan Pramuka di perguruan tinggi; bongkar kepengurusan di kwarnas dan tolak swastanisasi aset gerakan pramuka; menuntut agar melaksanakan hasil audiensi dengan Wapres; dan usir para perusak Pramuka.


"Jika Ka Adhyaksa Dault tidak mampu melaksanakan tuntuntan kami, maka kami tuntut mundur Adhyaksa Dault dari tampuk tertinggi Kwartir Nasional," kata Yusup dalam aksinya.

Yusup menambahkan, Pramuka adalah organisasi kepemudaan yang bergerak dalam bidang keterampilan minat dan bakat anggota muda, yang memiliki motto "satyaku kudarmakan darmaku kubaktikan." Pedoman tri satya serta dasa darma, melibatkan semua unsur dari mulai siaga sampai pembina yang tesebar di seluruh Indonesia.

"Gerakan Pramuka yang seyogyanya membentuk jiwa-jiwa yang cerdas, mandiri dan kreatif, agar lebih mudah menyatukan dan menyatukan semangat pemuda pramuka untuk terus berkarya untuk kemajuan dan kebaikan seluruh masyarakat indonesia," demikian Yusup. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya