Berita

adegan yang menunjukkan kereta api di India dalam film Slumdog Millionaire/net

Dunia

Pasang Pintu Otomatis, India Hapus Citra Klasik Kereta Api di Film Bolywood

KAMIS, 19 MARET 2015 | 10:59 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Perusahaan kereta api asal India, Western Railway berencana menambahkan pintu otomatis di setiap armada kereta apinya, terutama di Mumbai.

Uji coba penggunaan kereta dengan pintu geser baja otomatis telah selesai dilakukan pada awal pekan ini.

"(Uji coba) hai pertama berjalan dengan baik. Kami percaya, era di mana kereta dengan pintu tertutup akhirnya bisa dimulai di sistem pinggiran kota Mumbai," kata juru bicara Western Railway seperti dimuat The Guardian (Kamis, 19/3).


Selama beberapa dekade terakhir, armada kereta api yang beroperasi di India tidak menggunakan pintu otomatis sehingga memungkinkan kereta didesaki dengan muatan berlebih. Selain itu, penumpang juga bisa bergelantungan di sisi pintu kereta.  

Tak mengherankan, mengingat di Mumbai sendiri, ada sekitar tujuh juta orang yang menggunakan kereta api setiap harinya. Di jam-jam sibuk, sebuah armada kereta api bisa membawa lebih dari 5 ribu orang, padahal kapasitas angkut kereta api itu hanya sekitar 1.700 orang.

Citra soal semrawutnya moda transportasi padat penumpang di India itu kerap terekam dalam layar lebar, tepatnya dalam film-film Bollywood. Salah satu di antaranya adalah film Bolywood yang sempat menjadi buah bibir yakni "Slumdog Millionaire".

Dalam film tersebut, semrawutnya armada kereta api di India terlihat saat tokoh utama, Jamal, bertemu dengan rekan masa kecilnya yakni Latika di stasiun kereta api. Terlihat, sejumlah penumpang kereta api berjubel hingga terlihat sesak dari pintu gerbong kereta yang tidak dilengkapi dengan pintu otomatis.

Namun dengan rencana pemasangan pintu otomatis di semua armada kereta api di India, citra klasik semacam itu mungkin tidak akan lagi tampak dalam film-film Bollywood ke depannya.

Selain itu, pemasangan pintu otomatis juga dimaksudkan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan para penumpang dan menekan angka kecelakaan akibat kereta api. Mengingat, sekitar 2 ribu orang tewas setiap tahunnya akibat kereta api. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya