Berita

YASONNA H LAOLY/NET

Hukum

Petrus Selestinus: Pangkas Wewenang Menkumham!

KAMIS, 19 MARET 2015 | 10:20 WIB | LAPORAN:

Gagasan Menteri Yasona Laoly  menghapus berlakunya Peraturan Pemerintah yang memperketat pemberian remisi kepada narapidana korupsi dicurigai sarat intervensi kepentingan kelompok koruptor dari partai politik.

"Bisa saja jaringan mafia peradilan saat ini sedang menghimpun dana dari napi korupsi dengan iming-iming mendapatkan kompensasi atau imbalan berupa penghapusan peraturan Menteri Hukum dan HAM era SBY yang memperketat pemberian remisi kepada napi korupsi," kata koordinator TPDI, Petrus Selestinus dalam rilisnya, Kamis (19/3).

Menurut Petrus, rumor yang berkembang bahwa selama ini  banyak terjadi transaksi gelap yang mengatur siapa saja napi korupsi yang boleh mendapatkan remisi yang bukan haknya. Ini berarti keinginan Yasonna menghapus pengetatan remisi tidak bertujuan untuk menghapus diskriminasi, akan tetapi sekedar membela kolega satu parpol yang saat ini banyak menghuni di Rutan Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.


Ide Yasona Laoly itu dinilainya meninggalkan prinsip akuntabilitas dan transparansi, bahkan etika  dalam penegakan hukum untuk suatu tujuan yang belum jelas ke mana arahnya.

"Jika sikap Yasona Laoly hanya sekedar membela teman/kelompok dengan mengatasnamakan HAM tetapi melukai rasa keadilan publik, maka upaya Presiden Jokowi memberantas korupsi tidak akan berhasil karena lingkaran setan yang menghambat segala upaya baik tidak henti-hentinya bermetamorfosa," kritiknya.

Petrus berpikir ada baiknya memang kewenangan menkumham dipangkas. Salah satunya dengan memperketat remisi dari kelompok napi tertentu, seperti korupsi atau narkotika, melalui putusan hakim pidana ketika menjatuhkan vonis pidana sebagai hukuman tambahan. Hal ini sesuai ketentuan pasal 10 KUHP di mana hakim pidana selain dapat menjatuhkan pidana penjara juga mencabut hak-hak tertentu dari terdakwa atau narapidana.

"Menteri Yasona seharusnya mendiskusikannya terlebih dahulu dengan presiden, Menkopolhukam, Jaksa Agung, Kapolri dan KPK tentang rencana atau gagasan penghapusan pembatasan hak remisi napi korupsi," jelasnya.

 Petrus menekankan, ide Yasona Laoly jelas-jelas mengkhianati Presiden Jokowi dan jajarannya di Menkopolhukam, bertentangan dengan  akal sehat publik. Karena itu sebaiknya presiden segera mencopot Yasona dari kursi Menteri Hukum dan HAM, desaknya.[wid]


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Selamatkan Aset Negara, UIN Jakarta Jalankan Integrasi SMA/SMK Triguna

Sabtu, 04 Juli 2026 | 02:16

KPK Sita Uang Rp1 Miliar Lebih dan Puluhan Kg Platinum Hasil Korupsi Bupati Langkat

Sabtu, 04 Juli 2026 | 02:00

UI Angkat Bicara soal Kajian LGBT Mahasiswa, Begini Tanggapannya

Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:48

Kronologi OTT Bupati Langkat, Mantan Anggota DPRD Sumut jadi Kurir Uang Suap

Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:32

Badko HMI Sulbar Siap Kawal Kasus Kapolres Pasangkayu

Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:16

Bupati Langkat juga Terima Cuan Jual Beli Jabatan Camat hingga Kepsek, Segini Nilainya

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:56

Sinergi Kemensos-ITB Visi Nusantara Serap Lulusan Sekolah Rakyat

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:37

Bupati Langkat Diduga Minta Fee 17 Persen ke Timses Usai Raup Proyek Rp10,2 Miliar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:12

Arief Poyuono Apresiasi Danantara Gandeng KPK Bersih-bersih BUMN

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:03

Bupati Langkat Syah Afandin dan Tim Sukses Tersandung Kasus Suap

Jumat, 03 Juli 2026 | 23:48

Selengkapnya