Berita

Bisnis

Kemiskinan Sudah Tak Manusiawi, Kwik Usul Imbangi dengan Politik Otoriter

RABU, 18 MARET 2015 | 16:10 WIB | LAPORAN:

Kesenjangan sosial antara masyarakat yang kaya di perkotaan dan yang miskin di pedesaan saat ini terus meningkat tajam.

Kondisi ini terjadi akibat persaingan bebas di sektor ekonomi, di mana produsen besar kebutuhan pangan sandang dan papan terus menguasai pasar. Sementara tidak ada kontrol dari pemerintah.

"Tanpa adanya peraturan dan pengaturan oleh pemerintah, produsen akan memproduksi barang dan jasa yang dianggapnya memberikan laba yang sebesar-besarnya," ujar Ketua Dewan Pembina Yayasan Institut Bisnis Indonesia (IBI, Kwik Kian Gie dalam seminar 'Ironi Pembangunan Ekonomi Indonesia, Kesenjangan Sosial Melebar' di auditorium Kwik Kian Gie School of Business, Jakarta, Rabu (18/3).


Lebih lanjut dia menjelaskan, akibat tidak ada oknum yang mengatur harga di pasaran, terjadi dari proses-proses pertukaran di pasar dan ada tangan-tangan yang tidak terlihat dari mekanisme pasar atau invisible hands of the market mechanism yang mempermainkan harga khususnya harga kebutuhan pokok.

Padahal untuk menuju pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan, dibutuhkan kombinasi sistem ekonomi liberal dan sistem politik otoriter, yang oleh banyak ahli disebut market oriented authoritarianism.

"Sistem liberal mengakibatkan pertumbuhan modal dengan akselerasi yang sangat cepat pada segelintir orang saja (si kaya makin kaya), untuk itu perlu diimbangi dengan rezim politik otoriter," katanya.

Dijelaskan Kwik, salah satu sebab mengapa orang tidak mempedulikan kesenjangan antara kaya-miskin adalah obsesinya tentang Produk Domestik Bruto (PDB), tanpa mengetahui persis apa arti PDB. Untuk dipahami, PDB adalah barang dan jasa yang diproduksi di Indonesia tanpa mempedulikan siapa yang membuat PDB dan siapa yang memilikinya.

"Jadi, PDB yang terbentuk bisa dimiliki oleh orang atau perusahaan asing atau oleh segelintir orang Indonesia saja, tanpa rakyat banyak menikmatinya," ujar mantan Menteri Koordinator Perekonomian, Keuangan, dan Industri itu.

Kwik juga mengkritisi kinerja pemerintahan Jokowi yang terkesan tutup mata atas kesenjangan sosial yang terjadi.

"Potret kemiskinan menghiasi wajah kota besar termasuk ibukota Jakarta. Orang miskin tidak hanya di pedalaman atau pedesaan saja, justru lebih banyak ditemukan di kota besar. Kemiskinannya sudah melampaui batas-batas kemanusiaan. Ini harus segera diatasi oleh negara, kalau tidak kondisi ekonomi Indonesia akan makin terpuruk," tutupnya.[wid]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Legislator Nasdem: Bukan Hal Sulit bagi Polri Kejar Spam Judol

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:57

Aksi Dramatis Anggota TNI Selamatkan Balita dari Cengkeraman Paman Sakau

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:45

Sempat Lolos OTT KPK, Bos PT MSA Fika Nur Alawi Resmi Pakai Rompi Oranye

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35

Lagu ‘Mas Bahlil Ganteng’ Berdampak Positif terhadap Citra Golkar

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:10

Cak Imin Pastikan Sekolah Rakyat Sukoharjo Siap Sambut Tahun Ajaran Baru

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:07

Telkom Akses Perkuat Kompetensi SDM Digital di Daerah 3T

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:48

Aliansi Kontraktor Geruduk Sudin PRKP Jakut Gegara Dugaan Monopoli Proyek

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:41

Peresmian Kantor UN Tourism Kukuhkan Spanyol di Garda Terdepan Multilateralisme

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:30

Kejagung Endus Dugaan Keterlibatan Kolonel TNI Aktif dalam Korupsi MBG

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:25

Baru Tiga Bulan Menjabat, Dirut Pos Indonesia Mundur

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:21

Selengkapnya