Berita

Nenek Asyani

Adik Mbak Mega: Coba Bandingkan Nenek Asyani dengan Jenderal BG

SELASA, 17 MARET 2015 | 13:39 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Penegakam hukum di Indonesia sungguh memprihatinkan. Prinsip persamaan di depan hukum, hanya slogan semata. Hukum hanya menjerat orang-orang lemah.
 
"Hebat luar biasa hukum dan penegak hukum di Indonesia," ungkap tokoh senior Rachmawati Soekarnoputri dengan nada miris siang ini.

Sebab, sebelumnya Indonesia dikejutkan dengan kasus hukum yang menjerat Nenek Minah (55) atas kasus pencurian 3 buah kakao milik perkebunan milik PT Rumpun Sari Antan (RSA) 2009 lalu, meski pada akhirnya divonis bebas.


Saat ini, Nenek Asyani yang dituduh mencuri tujuh batang pohon jati juga harus berhadapan dengan hukum. Saat ini penahanan nenek asal Situbondo tersebut ditangguhkan.

"Tragis nenek-nenek kaum miskin Minah dann Asiyani dituduh curi kakao dan tujuh batang kayu jati sampai harus dipenjara oleh pengadilan," ungkap adik kandung Megawati Soekarnoputri ini.

Hal ini berbeda dengan orang-orang besar. Semua cara dilakukan sehingga tak bisa menyentuhnya. Misalnya, Komjen Budi Gunawan yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

"Bandingkan yang punya rekening gendut dan aset berlimpah dari Praperadilan, Kejagung sampai Jokowi ramai-ramai turun tangan membela koruptor," tegasnya.

"Nauzubillah min zalik! Bumi dan langit antara nenek-nenek miskin dengan BG yang berkantong tebal perlakuan penegak hukum dan hukum di negeri ini. Ternyata hukum hanya untuk si miskin. Si kaya tidak tersentuh oleh hukum. Dimana keadilan?" katanya mempertanyakan.

KPK memang telah melimpahkan kasus yang menjerat Komjen Budi Gunawan ke Kejaksaan setelah praperadilan yang ia ajukan dikabulkan PN Jakarta Selatan. Meski, banyak pihak yang menilai, penetapan tersangka tidak masuk objek praperadilan. [zul]

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

BGN Setop Sementara Operasional 1.276 SPPG, Ini Sebabnya

Kamis, 17 September 2026 | 01:56

DPR Apresiasi Kejagung Sita Aset dalam Kasus Febrie Tanpa Pandang Bulu

Kamis, 17 September 2026 | 01:30

Perang Dunia Ketiga Is Coming?

Kamis, 17 September 2026 | 01:04

KKP dan FAO Bidik Sektor Perikanan Genjot Ketahanan Pangan

Kamis, 17 September 2026 | 00:49

Kasus Teror di Papua Bikin Masyarakat Ragu dengan Kemampuan TNI-Polri

Kamis, 17 September 2026 | 00:20

Pemimpin Merupakan Refleksi Sistem Politik yang Dibangun Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 | 00:01

Pergantian Menteri Harus Jadi Momentum Perkuat Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 16 September 2026 | 23:35

Ada “Nama Ajaib”, Bos Pajak dan Bea Cukai Minta Rotasi Era Purbaya Dibatalkan

Rabu, 16 September 2026 | 23:08

KPK Didesak Bongkar Jaringan Sistematis Korupsi Layanan ATR/BPN

Rabu, 16 September 2026 | 22:41

Prabowo: PT Timah Untung 900 Persen Berkat Efisiensi BUMN

Rabu, 16 September 2026 | 22:36

Selengkapnya