Berita

ilustrasi/net

Pemerintahan Jokowi Harus Segera Bentuk BCN untuk Hadapi Serangan Cyber

SENIN, 16 MARET 2015 | 19:01 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Kini, serangan cyber (cyber attack) sudah sangat serius serta menjadi bagi keamanan dan ketahanan negara, ekonomi, sosial, politik, budaya dan integrasi nasional. Karena itu, pemerintah harus segera membentuk Badan Cyber Nasional (BCN)

"Sebagian memang kurang memahami esensi ranah cyber. Karena ini tidak terlihat, bukan komputernya melainkan isi dan datanya, ini yang perlu di protek. Tidak cukup dengan mamasang alat-alat bagus, tapi data bocor. Ini yang perlu dipahami," kata staf ahli Panglima TNI bidang C4IST, Yono Reksoprodjo, dalam acara seminar  "Membangun Kedulatan Cyber Nasional dalam Kancah Global" yang digelar Ikatan Alumni Lemhanas Angkatan 49 (Ikal) di Jakarta (Senin, 16/3).
 
Menurutnya, BCN ini bisa mengawasi cyberspace, dan harus menjamin kemanan dan kenyamanan warga negara. Penanggungjawab BCN ini adalah Kepala Negara, dengan komposisi terdiri dari berbagai lembaga, seperti Polri, BAIS, kementerian, dan lembaga-lembaga lain.


"Ini tidak akan terjadi pengambilalihan wewenang, karena urusan cyber ini harus punya banyak tangan, dengan koordinasi Kepala Negara," tegasnya.
 
Pembentukan BCN ini, lanjut Yono, semakin cepat semakin baik, karena persiapannya cukup panjang, seperti adanya simulasi, pelatihan. Pembentukan BCN ini bukan semata adanya SK kemudian berdiri, melainkan juga harus mempersipakan segala halnya secara struktur.

"Yang berada di BCN ini harus dilatih, diadakan simulasi dan uji kesiapan. Serangan cyber ini beda dengan perang konvensional, yang rumusnya satu musuh diserang dengan satu pasukan. Ini cukup dilawan satu orang," tandasnya.
 
Di tempat yang sama, Menkopolhukam, Tedjo Edhi P mengatakan melalui cyber attack, lawan dapat menciptakan dampak kerusakan yang masif, seperti melumpuhkan infrastruktur industri keuangan dan pasar modal, fasilitas pelayanan umum dan transportasi publik.

Sementara Ikatan Keluarga Alumni Lemhanas (Ikal 49) menilai cyberspace bersifat unik karena selain memberikan manfaat juga memiliki kerentanan dalam berbagai aspek dan memunculkan permasalahan yang bersifat sektoral. Maka untuk mendorong terciptanya kemandirian di ruang cyber perlu koordinasi dan sinergi yang terpadu serta terarah.

Niat pemerintahan Joko Widodo untuk membentuk badan yang khusus menangani ketahanan cyber nasional melalui Badan Cyber Nasional perlu mendapat apresiasi positif. Niatan positif ini harus segera diakselerasi, mengingat dinamika cyber global semakin cepat. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya