Berita

ilustrasi/net

Dunia

Tiongkok Berhasil Jadi Eksportir Senjata Terbesar Ketiga di Dunia

SENIN, 16 MARET 2015 | 16:34 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Tiongkok berhasil menjadi negara eksportir senjata terbesar ketiga di dunia setelah Amerika Serika Setikat dan Rusia.

Begitu laporan terbaru yang dirilis oleh Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) pada Senin (16/3).

Selama kurun waktu 2010 dan 2014, Tiongkok berhasil menyalip Jerman, Perancis, dan Inggris dalam mengekspor senjata.


Saat ini, Tiongkok menyumbang sekitar lima persen dari ekspor senjata dunia. Tiga negara Asia yakni Pakistan, Bangladesh, dan Myanmar menyumbang lebih dari dua pertiga dari ekspor Tiongkok tersebut.

Selain itu, menurut penelitian yang sama, Tiongkok sebagai negara ekonomi terbesar di dunia itu juga memiliki klien dari 18 negara Afrika selama periode lima tahun terakhir. Hal itu mencerminkan volume pengiriman senjata.

Ekspor senjata utama Tiongkok meningkat tajam sebesar 148 persen dalam kurun waktu lima tahun terakhir terhitung sejak tahun 2014 lalu.

Dalam waktu yang bersamaan, ekspor senjata Jerman turun 43 persen, sementara Perancis turun 27 persen dalam rentang waktu yang sama.

Kendati demikian, masih ada kesenjangan yang cukup besar antara volume ekspor antara Tiongkok dan dua eksportir besar lainnya yakni Amerika Serikat dan Rusia.

Amerika Serikat sendiri menyumbang 31 persen dari ekspor senjata dunia. Sementara itu Rusia menjual sekitar 27 persen dari ekspor senjata dunia. Sedangkan Tiongkok hanya lima persen.

Berikut 10 daftar negara eksportir senjata dunia berdasarkan data SIPRI seperti dimuat BBC:

1. Amerika Serikat (31 persen)
2. Rusia (27 persen)
3. Tiongkok (5 persen)
4. Jerman (5 persen)
5. Perancis (5 persen)
6. Inggris (4 persen)
7. Spanyol (3 persen)
8. Italia (3 persen)
9. Ukraina (3 persen)
10. Israel (2 persen). [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya