Berita

PGN Komitmen Berantas Calo dan Benih Korupsi

JUMAT, 13 MARET 2015 | 21:09 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Hampir semua BUMN diterpa isu korupsi. Karena itu, untuk membuktikan isu ini tak benar diperlukan komitmen dari segenap pimpinan usaha di BUMN.

Dan inilah yang kini sedang dilakukan Perusahaan Gas Negara (PGN). Segenap pimpinan PGN membentuk komitmen bersama dengan seluruh karyawan, untuk membentuk budaya perusahaan yang kuat. PGN kini sedang membangun budaya dan nilai-nilai perusahaan, dengan memunculkan semangat zero tolerance corruption.

"Berdasarkan budaya dan nilai-nilai perusahaan serta prinsip tata kelola perusahaan, PGN telah menyusun kode etik karyawan yang diterbitkan sebagai Kode Etik Karyawan dan Kode Etik Pimpinan," kata Dirut PGN, Hendi Prio Santoso, beberapa saat lalu (Jumat, 13/3).

Menurut Hendi, catatan positif bagi PGN dalam membentuk prosedur dan peraturan terkait dalam interaksi karyawan dan pimpinan dengan para pemangku kepentingan adalah termuat dalam Kode Etik. Kode Etik itu memberikan panduan praktis tentang cara menangani konflik kepentingan, korupsi, suap, gratifikasi, manajemen informasi dan lain-lain.

"Melalui kode etik ini pula, calo gas tidak dapat memiliki kesempatan untuk bertemu dan berhubungan dengan karyawan maupun pimpinan PGN," katanya.

Pada sisi lain, lanjutnya, selama tahun 2014 PGN mencatatkan pendapatan neto sebesar 3,41 miliar dolar AS naik 13,6 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yaitu 3 miliar dolar AS. Laba operasi sebesar USD 982,06 juta naik 5,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu 933,35 juta dolar AS dan EBITDA sebesar 1,16 miliar dolar AS naik 3,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu 1,12 miliar dolar AS.

"Selama tahun 2014 PGN membukukan laba bersih sebesar 722,75 juta dolar AS," ungkap Hendi.

Kunci dari ini semua, lanjutnya, selain sikap profesionalisme dari seluruh awak perusahaan PGN, juga kuatnya komitmen dari pucuk pimpinan atas toleransi nol korupsi. Karena itulah PGN mengembangkan budaya perusahaan berbasis prinsip-prinsip kolektif yang disebut sebagai ProCISE atau Professionalism, Continuous Improvement, Integrity, Safety dan Excellent Service. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya