Berita

megawati/net

KONFERDA PDIP JAKARTA

DPC PDIP Jakpus Pastikan Patuh pada Perintah Megawati

KAMIS, 12 MARET 2015 | 13:43 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. DPC PDI Perjuangan Jakarta Pusat memastikan akan patuh dan taat serta tegak lurus pada perintah Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. PDI Perjuangan Jakarta Pusat juga siap mengamankan perintah Megawati, sekalipun bukan Boy Sadikin yang ditunjuk sebagai Ketua DPD DKI Jakarta.

"Kami membantah statement saudara Panji bahwa kalau Ibu Ketum tidak menunjuk Boy sebagai Ketua DPD DKI Jakarta maka lima DPC se-Dki akan mengundurkan diri," ungkap Ketua DPC Jakarta Pusat, Pandapotan Sinaga, dalam keterangan beberapa saat lalu (Kamis, 12/3).

Pandapotan kembali menegaskan bahwa DPC PDI Perjuangan Jakarta Pusat bukan termasuk bagian yang dikatakan Panji, yang merupakan Ketua DPC PDI Perjuangan Jakarta. Cabang Jakpus, dari periode lalu hingga saat ini, selalu konsisten patuh, taat dan tegak lurus pada perintah Megawati.


"Jika Ketua Umum akan menunjuk Puti sebagai Ketua DPD, kami siap mengamankan dan menjalankan perintah Ketua umum dengan sebaik-baiknya," ungkap Pandapotan.

Pandapotan pun mempersilakan siapa pun yang tidak taat pada perintah ketua umum untuk keluar dari partai. Sebap PDI Perjuangan tidak akan pernah kekurangan kader.

"Aturan partai yang disampaikan oleh saudara Panji bisa gugur dengan sendirinya bila ketua umum menggunakan hak prerogatifnya," ungkap Pandapotan.

Konferensi Daerah (Konferda) DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta untuk memilih ketua DPD PDIP DKI periode 2015-2020 di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat (Rabu, 11/3) berakhir deadlock.

Seperti diketahui, DPP PDIP merekomendasi tiga calon ketua DPD DKI. Mereka adalah Boy Sadikin, Puti Guntur Soekarnoputri dan Prasetyo Edi Marsudi. Dalam pemilihan itu digunakan cara musyawarah dan mufakat. Salah satu kandidat Ketua DPD, yang juga Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo mengundurkan diri dan memberikan dukungan pada Boy Sadikin. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya