Berita

Zhanna Nemtsov/net

Dunia

Putri Tokoh Oposisi Tuntut Putin Atas Kematian Sang Ayah

KAMIS, 12 MARET 2015 | 12:03 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

RMOL. Presiden Rusia Vladimir Putin patut disalahkan secara politis atas pembunuhan tokoh oposisi Boris Nemtsov yang terjadi beberapa pekan lalu.

Begitu kata putri mendiang Nemstov yakni Zhanna Nemtsov kepada BBC (Rabu, 11/3). Ia kembali menghidupkan wacana yang sebelumnya digaungkan oleh kubu sang ayah yang menyebut bahwa pembunuhan itu memiliki motif politik,

"Dia adalah kritikus Putin paling menonjol. Dia adalah pemimpin yang paling kuat dari oposisi Rusia," kata Zhanna.


"Setelah kematiannya, oposisi dipenggal dan semua orang takut," tambahnya.

Wanita berusia 30 tahun yang berporfesi sebagai analis pasar saham dan presenter TV di saluran keuangan di Moskow itu mengaku bahwa dirinya belum pernah dihubungi oleh penyelidik Rusia.

"Sekarang kami tidak memiliki tokoh lainnya begitu kuat dengan begitu banyak keahlian dan pengalaman untuk menghadapi para pejabat," jelasnya.

Nemtsov yang merupakan mantan wakil Perdana Menteri dan veteran politisi liberal itu ditemgbak mati pada 27 Februari lalu saat tengah berjalan dengan kekasihnya di dekat Kremlin.

Putin mengecam aksi tersebut dan berjanji untuk menyelidiki pelakunya.

Hingga saat ini telah ada sejumlah pria yang ditahan karena diduga terlibat dalam pembunuhan itu. Namun demikian, motif di balik penbunuhan masih belum diungkapkan. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya