Berita

ilustrasi/net

Dunia

Komisi Eropa: Selama Bertahun-tahun, Aljazair Ikut Bantu Selundupkan Bantuan Bagi Pengungsi Sahrawi

KAMIS, 12 MARET 2015 | 11:41 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kantor anti penipuan Eropa atau European Anti-fraud Office (OLAF) menemukan adanya penyelundupan atas bantuan makanan yang semestinya diterima oleh para pengungsi Sahrawi di kamp Tindouf di Ajazair.

Setelah OLAF melakukan investigasi selama tiga tahun, ditemukan bahwa penyelundupan bantuan itu terjadi dalam skala besar dan dalam kurun waktu yang cukup lama.

Bantuan makanan itu sendiri diketahui berasal dari sejumlah pendonor, termasuk dari Komisi Eropa.


Dalam investigasi yang dilakukan dengan sejumlah cara termasuk wawancara itu juga ditemukan bahwa justru sebagian penyelundupan bantuan makanan tersebut diorganisir oleh pejabat Saharawi itu sendiri.

OLAF mulai melakukan investigasi setelah diutus oleh badan perlindungan sipil dan bantuan kemanusiaan (DG ECHO) yang menduga terjadi penyelundupan bantuan di kamp pengungsi Sahrawi tahun 2003 lalu.

Dugaan itu muncul setelah ditemukannya banyak bantuan makanan yang berasal dari Eropa yang semestinya diterima oleh pengungsi Sahrawi justru ditemukan dijual di pasar-pasar sub-Sahara, terutama di Mauritania dan Mali. Bahkan, bantuan makanan tersebut sebagian juga dijual kepada para pengungsi Sahrawi yang semestinya menerimanya secara gratis.

Sejumlah modus yang dilakukan dalam melakukan penyelundupan tersebut adalah dengan mengalihkan bantuan saat tiba di kota pelabuhan Oran Aljazair atau dialihkan dalam perjalanan dari Oran menunju Rabouni.

Laporan hasil investigasi tersebut menjadi hal yang disembunyikan selama beberapa tahun karena alasan politis. Pasalnya, Aljazair diduga ikut berperan menjadi perantara di kota pelabuhan Oran itu.

Bukan hanya itu, OLAF juga menemukan bahwa baik pemerintah Aljazair maupun kubu Polisario sama-sama tidak memeuhi permintaan PBB soal pembaharuan data terkait jumlah pengungsi Sahrawi. Hal itu ikut menjadi salah satu faktor mengapa penyalahgunaan bantuan makanan bisa terjadi.

Aljazair sendiri pada tahun 2004 lalu memperkirakan ada sekitar 158 ribu pengungsi Sahrawi. Sedangkan Polisario menyebut ada sekitar 200 ribu pengungsi. Padahal, menurut data yang ditemukan OLAF dengan merujuk pada data dari Joint Research Centre (JRC) Komisi Eropa dan data satelt OLAF, ditemukan bahwa jumlah pengungsi diperkirakan lebih rendah, yakni sekitar 91 ribu.

Uni Eropa sendiri telah memberikan bantuan ke kamp pengungsian Tindouf sejak tahun 1975. Sejak saat itu, sekitar 10 juta euro digelontorkan setiap tahunya. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya