Berita

mohammad sukri/net

Semoga Jokowi Jadikan Koperasi Alat Revolusi

KAMIS, 12 MARET 2015 | 07:04 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) akan mencanangkan koperasi sebagai pilar negara. Hal ini selaras dengan amanah konstitusi negara Pasal 33 UUD 1945, serta sejalan dengan pokok-pokok pikiran Presiden Joko widodo dalam nawacita-nya.

"Ini juga sejalan serta pernyataan Presiden dalam deklarasi Ayo Kerja dan logo hari kemerdekaan di Sabang Aceh beberapa saat yang lalu, yg menekankan pentingnya gotong royong dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Gotong royong atau kekeluargaan hanya ada dalam sistem perekonomian Koperasi," kata Wakil Ketua Umum Dekopin, Mohammad Sukri, kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Kamis, 12/3).

Pencanangan ini, jelas Sukri, akan dilakukan dalam acara Rapimnas dan Rakernas Dekopin. Acara yang sudah dbuka sejak Rabu kemarin dan akan berakhir Jumat besok itu (13/3) dilaksanakan di Hotel Panghegar Bandung. Dalam acara ini hadir para pimpinan Dekopinda kabupaten/kota se-Indonesia dan Dekopinwil dari 34 Propinsi.


Dekopin, Sukri melanjutkan, berkeyakinan bahwa implementasi Revolusi Mental bidang ekonomi yg akan dilaksanakan Presiden Jokowi akan berpedoman pada Konstitusi Negara yg menyatakan "Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan" yang penjelasannya bangun usaha yang tepat untuk itu adalah Koperasi.

"Semoga saja koperasi benar-benar akan dijadikan alat Revolusi untuk wujudkan demokrasi ekonomi guna kesejahteraan rakyat Indonesia," ungkap Sukri, yang juga pengurus harian DPP Demokrat.

Sukri menambahkan, agenda Rapimnas ini antara lain pengucapan sumpah atau Janji Pimpinan Paripurna Dekopin hasil Munas beberapa waktu lalu. Dan menariknya, kepemimpinan Dekopin periode 2014-2019 ternyata banyak pegiat koperasi yang juga pegiat Parpol antara lain dari Golkar, Demokrat, PDIP, PAN, Gerindra, Nasdem, Hanura, PPP, PKB dan lain-lain. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya