Berita

raja mohammed vi/net

Dunia

Maroko Bantah Klaim Presiden Nigeria Soal Percakapan Telepon dengan Raja Mohammed VI

RABU, 11 MARET 2015 | 17:15 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Maroko membantah klaim pemerintah Nigeria yang menyebut bahwa Presiden Goodluck Jonathan telah melakukan pembicaraan telepon dengan Raja Mohammed VI.

Menurut keterangan kantor kerajaan Maroko, pihaknya terkejut dengan klaim sepihak Nigeria itu. Pasalnya, Raja Mohammed VI telah menolak permintaan Presiden Jonathan untuk melakukan pembicaraan telepon tersebut pada pekan lalu.

"Kantor kerajaan membantah tudingan palsu yang dikeluarkan oleh pemerintah Nigeria soal dugaan pembicaraan telepon antara Kerajaan Maroko dan Presiden Nigeria," kata keterangan yang dikeluarkan pada Selasa (10/3) seperti dimuat Morocco World News.


Penolakan itu dilakukan oleh Raja Mohammed VI karena menilai permintaan tersebut dibuat di waktu yang tidak tepat, mengingat beberapa pekan lagi Nigeria akan menggelar pemilihan umum yang penting.

Raja Mohammed VI menilai, permintaan percakapan itu bukan semata tindakan diplomatik, tapi juga upaya untuk mencari dukungan pemilu bagi Jonathan yang kembali ikut bertarung dalam pemilu tersebut.

Diperkirakan, Jonathan tengah khawatir karena popularitas rivalnya dalam pemilu mendatang, Muhammadu Buhari semakin meningkat. Jonathan pun kemudian mengeksplorasi jalan lain untuk mendulang dukungan, terutama untuk mengamankan suara dari wilayah Nigeria Utara di mana sebagian besar penduduknya merupakan Muslim. Rivalnya sendiri berasal dari Nigeria bagian Utara.  

Langkah Jonathan untuk memperkuat hubungan diplomatik dengan Raja Maroko dipandang sebagai langkah yang strategis untuk menciptakan citra positif di kalangan pemilih Muslim Nigeria. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya