Berita

ilustrasi/net

Hukum

Kasus Pemerasan Jamaluddin Malik, KPK Periksa Kepala Dinas Pemkot Tidore

RABU, 11 MARET 2015 | 14:46 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami kasus dugaan korupsi berkaitan dengan pemerasan yang menjerat Jamaluddin Malik.

Jamaluddin adalah Direktur Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi (Dirjen P2KT) Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (kini Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi).

Sejumlah saksi dipanggil terkait proses penyidikan dugaan korupsi tersebut.


Hari ini, setidaknya ada tiga saksi yang dipanggil penyidik. Yaitu Kepala Dinas Sosial Tenakertrans Pemkot Tidore Kepulauan, Yusuf Taminge; lalu PNS Dinas Sosial Tenakertrans Pemkab Bellu NTT, Embang Bela; dan PNS Dinas Tenakertrans Pemkab Tojo Una Una Sulteng, Abdul Gaffar Patanga.

"Mereka diperiksa sebagai saksi untuk tersangka JM (Jamaluddin Malik)," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha, di kantornya, Jalan Rasuna Said, Jakarta, Rabu (11/3).

KPK sebelumnya mengumumkan status tersangka Jamaluddin dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi berkaitan dengan aksi pemerasan pada 12 Februari 2015.

Aksi pemerasan yang diduga dilakukan Jamaluddin Malik untuk memperkaya dirinya melalui penyalahgunaan wewenang. Dugaan pemerasan yang dilakukan Jamaluddin menyangkut anggaran tahun 2013-2014 dan dana tugas pembantuan anggaran 2014.

Dia disangkakan melanggar pasal 12 huruf e, huruf f, pasal 23 junto pasal 421 UU 21/2002 juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. [ald]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Selamatkan Aset Negara, UIN Jakarta Jalankan Integrasi SMA/SMK Triguna

Sabtu, 04 Juli 2026 | 02:16

KPK Sita Uang Rp1 Miliar Lebih dan Puluhan Kg Platinum Hasil Korupsi Bupati Langkat

Sabtu, 04 Juli 2026 | 02:00

UI Angkat Bicara soal Kajian LGBT Mahasiswa, Begini Tanggapannya

Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:48

Kronologi OTT Bupati Langkat, Mantan Anggota DPRD Sumut jadi Kurir Uang Suap

Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:32

Badko HMI Sulbar Siap Kawal Kasus Kapolres Pasangkayu

Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:16

Bupati Langkat juga Terima Cuan Jual Beli Jabatan Camat hingga Kepsek, Segini Nilainya

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:56

Sinergi Kemensos-ITB Visi Nusantara Serap Lulusan Sekolah Rakyat

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:37

Bupati Langkat Diduga Minta Fee 17 Persen ke Timses Usai Raup Proyek Rp10,2 Miliar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:12

Arief Poyuono Apresiasi Danantara Gandeng KPK Bersih-bersih BUMN

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:03

Bupati Langkat Syah Afandin dan Tim Sukses Tersandung Kasus Suap

Jumat, 03 Juli 2026 | 23:48

Selengkapnya