Berita

puan maharani/net

Puan Maharani Ajak Peneliti LIPI Ikut Bagian dalam Gerakan Revolusi Mental

RABU, 11 MARET 2015 | 12:42 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pemerintah berkomitmen menaikkan anggaran penelitian dan pengembangan inovasi. Hal ini menjadi suatu kesempatan untuk meningkatkan performa dan produktivitas karya riset, sehingga implikasi teknologi bagi masyarakat pada lima tahun ke depan harus dapat diandalkan.

"Salah satu tantangan klasik yang kerap menerpa lembaga penelitian di Indonesia adalah keterbatasan dana. Akselerasi perkembangan riset dan teknologi di Indonesia tidak sepesat di negara-negara maju yang mendapatkan kucuran dana yang tinggi," kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani saat Pembukaan Rapat Kerja Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia di Gedung LIPI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta (Rabu, 11/3).

Persentase anggaran untuk kegiatan riset sejauh ini masih didominasi anggaran pemerintah, yaitu 81,1 persen, sedangkan swasta 14,3 persen dan perguruan tinggi 4,6 persen. Secara keseluruhan, anggaran riset di Indonesia hanya berkisar 0,08 persen dari produk domestik bruto (PDB). Padahal  menurut  rekomendasi United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organisation (Unesco), rasio anggaran Iptek yang memadai adalah sebesar 2 persen dari PDB. Oleh karena itu, kata Puan, sudah saatnya swasta ikut didorong dengan memberikan insentif agar membelanjakan lebih besar lagi untuk kegiatan riset dan inovasi.


Puan mengutip laporan World Economic Forum (WEF), Indeks Kompetitif Global Indonesia pada tahun 2014/2015 berada di peringkat ke-34 naik dibandingkan tahun 2013/2014 yang di peringkat 38. Namun demikian, dari 12 pilar Indeks Kompetitif Global, Indonesia masih harus memacu empat pilar yang masih tertinggal, yaitu infrastruktur, kesiapan teknologi, pendidikan tinggi dan training, dan inovasi. Dia berharap, peringkat daya saing Indonesia akan terus meningkat secara berkelanjutan dan semakin tinggi apabila didukung oleh penelitian, teknologi dan inovasi yang kuat.

"LIPI merupakan salah satu tumpuan dalam mengatasi kelemahan Indeks Kompetitif Global Indonesia," harap Puan, sambil mengatakan bahwa untuk menjadi negara besar dengan penelitian dan inovasi yang kuat, Indonesia memerlukan dukungan sumber daya penelitian yang kuat.

Puan juga mengajak para peneliti ikut menjadi bagian dari gerakan Revolusi Mental.  Peneliti-peneliti Indonesia hendaknya menjadi motor penggerak dalam membangun Indonesia menjadi Indonesia yang Berdaulat, Berdikari dan berkepribadian. Dalam menghadapi tantangan ke depan bangsa akan ketersediaan energi, pangan kesehatan, lingkungan dan perubahan iklim, Puan meminta dikembangkan grand design riset jangka panjang hingga 2035.

"Hal ini penting agar kegiatan riset dan inovasi lebih terarah, dan disinergikan juga dengan program pengembangan science and techno park, yang dikembangkan oleh perguruan tinggi yang ditugaskan sebagai center of excellence," jelasnya.

Beberapa hal lain yang disinggung Puan dalam keynote speech-nya adalah soal kinerja dosen atau peneliti dalam melakukan penelitian dan mempublikasikan hasil penelitiannya juga belum menggembirakan. Atau belum adanya konsep intermediasi antara peneliti yang menghasilkan infrastruktur Iptek dalam pengembangan inovasi teknologi.

"Peran institusi yang mengolah dan menerjemahkan hasil pengembangan Iptek menjadi preskripsi teknologi yang siap pakai belum optimal. Belum ada konsep yang efektif yang menjadi jembatan antara penyedia dan pengguna hasil riset," demikian Puan. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya