Berita

nasir djamil/net

Bila Rasional, Anggaran untuk Partai Bisa Lebih dari Rp 1 Triliun

RABU, 11 MARET 2015 | 08:11 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pemberian anggaran kepada partai politik harus benar-benar didasari oleh pertimbangan yang benar-benar rasional.

Demikian disampaikan anggota Komisi III dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Nasir Djamil, dalam keterangan beberapa saat lalu (Rabu, 11/3).

Nasir menjelaskan, partai adalah pilar utama demokrasi yang secara langsung disebut dalam UUD 1945 sebagai peserta pemilu legislatif, dan pengusul calon presiden dan wakil presiden. Karenanya wajar parpol ditempatkan pada posisi strategis kehidupan berbangsa dan di-support pendanaannya.


Dari sisi fungsi dan program, sambung Nasir, partai harus mempunyai program yang jelas berbasis fungsi parpol. Misalnya fungsi rekrutmen, kaderisasi dan pendidikan kepemimpinan bangsa, fungsi sosialisasi dan komunikasi masyarakat, serta fungsi penyelesaian dan pengatur konflik.

"Dengan demikian, anggaran yang dikasih bukanlah gelondongan begitu saja yang rawan korupsi," tandasnya.

Selain itu, sambung Nasir, anggaran dana ini harus relevan dengan bentuk kegiatan yang benar sesuai fungsi yang dijalankan. Dan yang tak kalah penting, harus dipertanggungjawabkan secara transparan dan akuntabel, dan membuka anggaran kepada publik dari mulai perencanaan program sampai dengan pelaksanaan serta evaluasi penggunaan anggaran.

Apabila tujuan program tidak tercapai atau bahkan terjadi penyelewengan anggaran, masih kata Nasir, maka parpol harus siap dihukum dalam bentuk pengurangan anggaran dan ancaman hukuman pidana yang lebih berat.

"Apabila pendekatan rasionalitas yang dipakai, maka besarannya bisa jadi lebih dari Rp1 triliun karena pengurus partai berjenjang dari pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, kelurahan, bahkan RW dan RT," demikian Nasir. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya