Berita

ilustrasi/net

Depok Jadi Kawasan Alternatif untuk Investasi Properti

RABU, 11 MARET 2015 | 07:15 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Kini, Depok menjadi salah satu kawasan alternatif untuk investasi properti. Padahal dulu, Depok dikenal sebagai kota kelas tiga, yang memiliki banyak persoalan tanah.

Perubahan masalah di Depok ini tak lepas dari sosok Dadang M Fuad, yang merupakan Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional Depok. Dengan berbagai cara, termasuk metode jemput bola di hari Sabtu dan Minggu, Dadang terus membenahi BPN, terutama dari sisi pelayanan.

"Jemput bola salah satu cara menyelesaikan masalah. Bahkan, berdasarkan penilaian orang, BPN adalah salah satu lembaga terbaik di Depok," kata Dadang di Depok (Selasa, 10/3).


Awalnya Dadang mengaku tidak menyangka dirinya ditempatkan di Depok dengan segala permasalahannya. Namun, bagi dia kerjaan adalah amanah sehingga dirinya menjalankan dengan penuh keikhlasan.

Kata dia, dalam menjalankan amanah, tentunya harus mengedepankan filosofi pertanahan itu sendiri. Dan filosofi yang paling penting tanah memberikan kontribusi bagi bangsa.

Tidak hanya dalam persoalan tanah, Dadang juga mengatakan banyak kepentingan sehingga investor tertahan. Padahal, para investor ini mempunyai niat baik.

"Ini yang perlu dibenahi, komunikasi, mediasi adalah salah satu faktor terpenting untuk menyelesaikan semua sengketa," ungkap Dadang, sambil mengimbau kepada seluruh investor untuk tidak takut berinvestasi di Kota Depok, karena seluruh sertifikat yang dikeluarkan oleh BPN Depok sudah sesuai ketentuan yang berlaku.

"Ketika Depok dipenuhi oleh investor, maka saya sebagai anak depok akan merasa bangga, tentunya ini akan membuka lapangan pekerjaan bagi warga Depok, kota ini juga jadi alternatif bisnis property di tengah padatanya Jakata," tandas Dadang. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya