Berita

Menteri Puan Maharani: Kesigapan Aparat Sangat Dibutuhkan dalam Menangani Bencana

SELASA, 10 MARET 2015 | 15:11 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla belajar dari kesalahan dan kekurangan masa lalu dalam hal penanganan atau menangani bencana.

Demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani, usai menghadiri Rapat Koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Jakarta (Selasa, 10/3).

"Kesigapan, kecepatan sangat dibutuhkan dalam penangangan bencana. Dengan demikian, pemerintah selalu hadir di tengah masyarakat di kala rakyat mengalami kesulitan," kata Puan yang turut hadir mendampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam acara tersebut.


Menurut Puan, keberadaan dan respons cepat pemerintah sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang sedang tertimpa musibah bencana. Kesigapan ini menjadi poin penting bagi pemerintahan saat ini yang mengusung tekad "selalu hadir di tengah rakyat" sesuai dengan program Nawa Cita

Tidak hanya itu, kata Puan, dirinya juga meminta jajaran aparat pemerintahan di pusat dan daerah untuk aktif melakukan edukasi ihwal bencana terhadap masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah-wilayah yang rawan bencana.

"Hal ini juga menjadi sangat penting karena dengan demikian masyarakat bisa melakukan langkah-langkah yang bisa mengurangi resiko bencana, di antaranya jumlah korban. Penting juga untuk memperhatikan tanda-tanda alam di sekitar kita yang bersumber dari kearifan lokal," ujar Puan.

Dalam kesempatan itu, Puan memberikan apresiasi terhadap seluruh pihak, termasuk aparat pemerintah, yang ikut berjibaku menangani bencana di seluruh pelosok negeri. Keberadaan mereka, kata Puan, telah meringankan beban masyarakat yang sedang tertimpa musibah bencana. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya