Berita

ilustrasi/net

Hukum yang Adil Bukan Harus Berupa Hukuman Mati!

SELASA, 10 MARET 2015 | 06:38 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Hukum yang adil dan beradab bukan harus berupa hukuman mati. Dan hukum Indonesia bisa ditegakkan tanpa harus menghilangkan jiwa para terhukum.

"Kita tentu tidak bisa terima tekanan atas kedaulatan kita. Namun tak ada salahnya kita dengar dan timbang suara hati mereka secara bijaksana," kata Wakil Ketua Fraksi Nasdem, Prananda Surya Paloh, melalui akun twitter-nya @pranandapaloh.

Pernyataan Prananda, yang merupakan putra Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh ini, terkait dengan terpidana mati kasus Narkoba Bali Nine.


Menurut Prananda, mengubah hukuman mati menjadi hukuman lainnya bukan merupakan tanda kelemahan, namun adalah sebuah kekuatan kemanusiaan yang adil dan beradab. Prananda pun membandingkan dengan negara Arab Saudi yang pernah berkali-kali mengganti hukuman mati pada warga Indonesia dengan hukuman lainnya yang setimpal.

"Jika (mengganti hukuman mati) itu tidak dapat dilakukan, maka saya dengan penuh rasa duka yang mendalam ikut mendoakan keselamatan jiwa dari mereka. Karena itu saya ingin berbelasungkawa bagi keluarga yang ditinggalkan dan semoga diberikan ketabahan," tandasnya. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya