Berita

aboe bakar al habsy

Politikus PKS: Denny Indrayana Tak Perlu Risih kalau Bersih

SENIN, 09 MARET 2015 | 20:36 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Proses penegakan hukum menganut prinsip equality before the law. Semua orang harus diperlakukan sama di depan hukum, tidak boleh dibeda-bedakan.

Namun sayang Denny Indrayana tidak menghormati prinsip hukum tersebut. Padahal, sebagai bekas Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny harus bersikap bersikap negarawan. Mestinya dia memenuhi panggilan Bareskrim untuk diperiksa terkait kasus payment gateway pada Jumat lalu.

"Bila ada pihak lain yang diduga melakukan tindak pidana korupsi didorong untuk segera diselesaikan kasusnya, namun bila pihaknya sendiri yang terkena indikasi tersebut tidak mau mengikuti proses hukum yang berlaku," jelas anggota Komisi III DPR Aboe Bakar al Habsy (Senin, 9/3).


"Ini namanya tidak memperlakukan sama setiap orang didepan hukum. Itu menyalahi prinsip equality before the law. Atau yang dikatakan oleh Pak Wapres sebagai standar ganda dalam penegakan hukum," sambung politikus PKS ini.

Aboe Bakar mengingatkan, ketentuan pasal 1 ayat 3 UUD 1945, bahwa Indonesia adalah negara hukum. Penegakan hukum menjadi soko guru kehidupan bernegara kita.  Karenanya, publik harus mendorong setiap proses penegakan hukum di negara ini agar supremasi kedaulatan hukum menjadi panglima dalam penyelenggaraan negara.

"Saya yakin hal ini sangat dipahami oleh Denny Indrayana yang tak lain adalah seorang profesor hukum. Karenanya, sebaiknya diikuti saja proses hukum yang sedang berlangsung. Jadi tak perlu mangkir dari panggilan yang disampaikan Bareskrim," ungkapnya.

Makanya, dia meminta Denny untuk menjadi tauladan yang baik bagi masyarakat. "Katanya kan 'kalau bersih, tak perlu risih'. Ikuti saja proses hukum yang berlaku dan buktikan bila Denny tak bersalah," tandasnya.[zul]

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

BGN Setop Sementara Operasional 1.276 SPPG, Ini Sebabnya

Kamis, 17 September 2026 | 01:56

DPR Apresiasi Kejagung Sita Aset dalam Kasus Febrie Tanpa Pandang Bulu

Kamis, 17 September 2026 | 01:30

Perang Dunia Ketiga Is Coming?

Kamis, 17 September 2026 | 01:04

KKP dan FAO Bidik Sektor Perikanan Genjot Ketahanan Pangan

Kamis, 17 September 2026 | 00:49

Kasus Teror di Papua Bikin Masyarakat Ragu dengan Kemampuan TNI-Polri

Kamis, 17 September 2026 | 00:20

Pemimpin Merupakan Refleksi Sistem Politik yang Dibangun Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 | 00:01

Pergantian Menteri Harus Jadi Momentum Perkuat Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 16 September 2026 | 23:35

Ada “Nama Ajaib”, Bos Pajak dan Bea Cukai Minta Rotasi Era Purbaya Dibatalkan

Rabu, 16 September 2026 | 23:08

KPK Didesak Bongkar Jaringan Sistematis Korupsi Layanan ATR/BPN

Rabu, 16 September 2026 | 22:41

Prabowo: PT Timah Untung 900 Persen Berkat Efisiensi BUMN

Rabu, 16 September 2026 | 22:36

Selengkapnya