Berita

TB HASANUDDIN/NET

WNI HILANG DI TURKI

TB Hasanuddin: Seharusnya Intelijen Sudah Bisa Antisipasi Persoalan 16 WNI Sejak Awal

SENIN, 09 MARET 2015 | 09:18 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Agak sulit diterima logika bila 16 warga negara Indonesia (WNI) yang hilang di Turki bergabung dengan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Sebab di antara mereka ada yang membawa serta keluarga, bahkan dengan empat anaknya.

"Dengan demikian, belum tentu 16 WNI itu bergabung dengan ISIS," kata anggota Komisi I dari Fraksi PDI Perjuangan, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Senin, 9/3).

Karena itu, tegas TB Hasanuddin, hal ini perlu dipelajari dahulu, dan aparat intelijen harus menjelaskan kepada publik apa yang sesungguhnya terjadi dengan ke-16 WNI tersebut. Apakah misalnya memang mereka bergabung dengan ISIS, atau apakah mereka masih berada di wilayah Turki, atau mungkinkah mereka sedang melakukan ibadah umroh, atau ada terjadi penculikan.


"Semua itu harus dijawab BIN dan BIN harus kerja sama dengan intelijen luar negeri, termasuk kerja sama dengan atase pertahanan di Turki," ungkap TB Hasanuddin.

Dan seharusnya juga, sambung TB Hasanuddin, aparat intelijen harus bisa memprediksi persoalan seperti ini sejak kemunculan ISIS. Lebih-lebih sudah menjadi rahasia umum bila beberapa negara, terutama Turki, menjadi pintu masuk menuju Irak dan Suriah.

"Harusnya persoalan ini udah diwaspadai dan diantisipasi sejak awal," ungkap TB Hasanuddin, sambil mengatakan bahwa sejak awal aparat intelijen juga seharusnya bekerjasama dengan imigrasi dan agen-agen travel. Lebih-lebih akhir-akhir ini cukup banyak agen travel yang mempromosikan perjalanan ke Turki.

"Nah aparat intelijen juga bisa meminta keterangan dari agen travel. Misalnya mengapa agen travel tidak menahan paspor. Sebab bila perjalanan memakai agen travel, biasanya paspor dipegang agen travel, lalu biasanya jadwal dan kegiatan sudah ditentukan. Lalu apakah ke-16 WNI pergi berkelompok atau tidak," ungkap TB Hasanuddin.

Di sisi lain, TB Hasanuddin menilai pemerintah Turki sendiri memiliki kepentingan sehingga tidak terlalu ketat dalam menjaga wilayah perbatasan. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya