Berita

Denny Indrayana

Kalau Tak Bersalah, Kenapa Denny Indrayana Mangkir dari Panggilan Penyidik

SENIN, 09 MARET 2015 | 05:27 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Bekas Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana seharusnya tidak mangkir dari panggilan Bareskrim Mabes Polri pada Jumat kemarin.

Sebaliknya, dosen UGM itu bisa memanfaatkan pemeriksaan penyidik untuk membersihkan dirinya dari dugaan korupsi kalau memang merasa tidak bersalah dalam kasus payment gateway tersebut.

"Tetapi jika terbukti bersalah Deny Indrayana harus siap dengan konsekwensinya yaitu merasakan jeruji besi," jelas Direktur Center of Strategic Nusantara Studies (CSNS), Amirullah Hidayat, dalam pesan singkat kepada Kantor Berita Politik RMOL (Senin, 9/3).


Menurutnya, dengan ketidakhadiran tersebut, Denny Indrayana memberikan contoh yang tidak baik dalam penghormatan terhadap hukum.  Lebih jauh Denny dinilai turut menghancurkan supremasi hukum.

"Ini akan menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum," tegas salah satu Kordinator Relawan Matahari Indonesia, simpul relawan pendukung Jokowi-JK dalam Pilpres lalu.

Padahal, saat masih berkuasa di pemerintahan SBY, Denny selalu keras terhadap praktik korupsi. "Bahkan dia sampai menampar salah satu petugas lapas di Riau saat itu karena katanya tidak bersih," ungkap kader muda Muhammadyah ini.  

Karena itu, pihaknya meminta kepada Kepolisian untuk tegas menangani 'pembangkangan' Denny atas panggilan pemeriksaan tersebut.

"Jika perlu kita meminta polisi untuk melakukan jemput paksa terhadap Denny Indrayana sebab tidak ada perbedaan antara seluruh rakyat Indonesia di mata hukum. Jika ini dibiarkan akan menyebabkan terjadinya kecemburuan sosial di tengah tengah masyarakat," ucapnya.

Makanya, Amirullah sangat mengaspresiasi sikap pemerintah yang tidak akan melakukan intervensi terhadap penegakan hukum. Bahkan Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Denny untuk memenuhi panggilan Bareskrim Mabes Polri.

"Jadi jika tidak datang dalam pemanggilan sekali lagi polisi harus jemput paksa Denny Indrayana dan kita harapkan polisi jangan takut terhadap tekanan dari pihak manapun," pungkasnya.[zul]

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

BGN Setop Sementara Operasional 1.276 SPPG, Ini Sebabnya

Kamis, 17 September 2026 | 01:56

DPR Apresiasi Kejagung Sita Aset dalam Kasus Febrie Tanpa Pandang Bulu

Kamis, 17 September 2026 | 01:30

Perang Dunia Ketiga Is Coming?

Kamis, 17 September 2026 | 01:04

KKP dan FAO Bidik Sektor Perikanan Genjot Ketahanan Pangan

Kamis, 17 September 2026 | 00:49

Kasus Teror di Papua Bikin Masyarakat Ragu dengan Kemampuan TNI-Polri

Kamis, 17 September 2026 | 00:20

Pemimpin Merupakan Refleksi Sistem Politik yang Dibangun Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 | 00:01

Pergantian Menteri Harus Jadi Momentum Perkuat Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 16 September 2026 | 23:35

Ada “Nama Ajaib”, Bos Pajak dan Bea Cukai Minta Rotasi Era Purbaya Dibatalkan

Rabu, 16 September 2026 | 23:08

KPK Didesak Bongkar Jaringan Sistematis Korupsi Layanan ATR/BPN

Rabu, 16 September 2026 | 22:41

Prabowo: PT Timah Untung 900 Persen Berkat Efisiensi BUMN

Rabu, 16 September 2026 | 22:36

Selengkapnya