Berita

Lestarikan Budaya Fadli Zon Gelar Silaturrahmi Pesilat Sunda dan Minang

MINGGU, 08 MARET 2015 | 19:09 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Sebanyak 20 pesilat Minang yang dipimpin Mak Katik budayawan seni adat Minangkabau hadir di tanah Pasundan untuk mempertunjukkan seni bela diri Silek Minang.

Pertunjukan digelar dalam acara Silaturrahim Pesilat Sunda dan Minang di Padepokan Sangsaka Buana Indonesia, Cibinong, Bogor, Minggu siang (8/3). Silaturrahim sekaligus sebagai balasan atas kunjungan para pesilat Sunda ke Rumah Budaya Fadli Zon di Sumatera Barat.

Acara silaturrahmi digagas Wakil Ketua DPR Fadli Zon dalam rangka mengisi masa reses. Hadir dalam acara ini Edie Nalapraya (Tokoh Silat Internasional dan Bapak Pencak Silat), Iwan Setiawan (Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor), dan Kolonel Fulad (Danrem 061 Suryakancana).


Dalam sambutannya, Fadli Zon berharap acara ini mampu menyampaikan tutur rasa persaudaraan. Dan lebih lagi, kekayaan bangsa yang utama adalah kebudayaan bangsa.

"Karena itu, jika ingin merevolusi mental bangsa harus dimulai dari menggiatkan banyak acara budaya," tutur Fadli Zon dalam acara yang juga mendeklarasikan Persaudaraan Pencak Sunda dan Minang.

Dalam pengantarnya, Ki Jatnika dan Mak Katik menyampaikan terima kasih kepada Fadli Zon yang telah menggagas acara tersebut. Bagi mereka, hal ini merupakan momentum kebudayaan yang sakral.

"Keduanya punya kesamaan yaitu bela diri, bukan menyerang. Filosofisnya para pendekar mempelajari pencak silat untuk membela dirinya, membela bangsa dan negaranya," ujar Ki Jatnika.

Pencak, menurut Ki Jatnika berasal dari kata Sunda Panca yang artinya lima. Apabila diperjelas menjadi pendidikan fisik, akal, rasa, kalbu dan rohani.

Sedangkan Silat, menurut Mak Katik berasal dari Minang. Orang Minang mengambilnya dari kata Shalat. Artinya, para pesilat di tanah Minang biasa memainkan silat di sekitaran surau.

"Deklarasi Persaudaran Pencak Sunda dan Minang sangat tepat dan harus mendapatkan dukungan," ujar Mak Katik dan Ki Jatnika. [why]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya