Berita

dradjad h wibowo/net

Dradjad Wibowo Tak Mengajak Orang Lain untuk Sama-sama Istirahat dari Politik

JUMAT, 06 MARET 2015 | 07:08 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Dradjad H Wibowo sudah memantapkan niat untuk beristirahat dulu dari dunia politik praktis. Ia akan konsentrasi ke dunia profesional sebagai ekonom.

Namun demikian, Dradjad, yang dalam Kongres IV Partai Amanat Nasional (PAN) di Bali berada di barisan Hatta Rajasa, sama sekali tidak mengajak rekan lain yang satu kubu di kongres itu untuk sama-sama beristirahat.

Dradjad malah memastikan ia akan membantu meperjuangkan hak-hak rekan-rekannya bila ada yang dipecat atau di-Plt-kan karena pilihan politik dalam Kongres ke-IV PAN.


"Baik memperjuangkan melalui jalur politik, maupun hukum," ungkap Dradjad kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Jumat, 6/3).

Menurut Dradjad, ia juga tidak menyarankan teman-teman lain untuk ikut beristirahat dari politik praktis. Sebab tentu saja situsi ia dengan teman-temannya itu pasti berbeda.

Rencana Dradjad untuk beristirahat dari politik praktis ini mengagetkan sementara pihak dan politisi lain. Bahkan, di publik, rencana Dradjad untuk istirahat ini dibaca dan ditafsirkan sebagai rencana untuk mundur dari PAN.

Di antara politisi yang kaget dengan niat Dradjad ini adalah politisi muda Golkar Misbakhun dan politisi PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari.

Misbakhun dan Eva menilai politik Indonesia akan rugi bila sosok Dradjad keluar dari gelanggang politik praktis. Mereka berdua menilai Dradjad sebagai sosok politisi bersih, berani, kredibel, profesional dan penuh dengan integritas.

Hal yang sama disampaikan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD. Mahfud merasa kaget dengan rencana Dradjad ini.

Kata Mahfud, secara pribadi ia kenal baik dengan Dradjad, yang merupakan politisi muda yang baik, jujur, sportif, dan bisa diharapkan. Masih kata Mahfud, perpolitikan Indonesia yang masih buram masih perlu kehadiran Dradjad untuk memperbanyak jumlah politisi-politisi yang bersih. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya